UNDERACHIEVER

19 November 2008 at 11:41 3 komentar


Underachiever adalah anak yang berprestasi rendah dibandingkan tingkat kecerdasan yang dimilikinya. Menurut Prayitno dan Amti (1999:280) underachiever identik dengan keterlambatan akademik yang berarti bahwa “keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensia yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.”

Siswa yang tidak memiliki motivasi dalam belajar sering menjadi penghambat anak dalam belajar. Artinya, jika di dalam diri siswa kurang memiliki motivasi berprestasi bisa jadi ia akan menjadi anak underachiever.

Faktor-Faktor Penyebab Siswa Mengalami Underachiever

Prestasi belajar rendah ini bukan disebabkan oleh adanya hambatan dalam menguasai pelajaran yang diberikan dalam proses belajar. Menurut Gustian (2002:30), underachiever dapat disebabkan oleh oleh faktor lingkungan, “baik lingkungan luar rumah (lingkungan sekolah), lingkungan rumah, maupun dari individu itu sendiri.”

Masing-masing faktor tersebut atau secara kombinasi dapat menyebabkan anak menjadi underachiever. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab underachiever, orang tua dapat melakukan tindakan-tindakan untuk menangani anak yang mengalami underachiever.

Lingkungan sekolah sebagai penyebab underachiever

Sekolah merupakan faktor yang sangat berperan dalam menyebabkan terjadinya underachiever pada anak. Cara pengajaran, materi-materi yang diberikan, dan ukuran-ukuran keberhasilan dan kemampuan guru dapat menjadi penyebab anak mengalami underachiever.

Alberlt Einstein adalah salah satu kasus bagaimana sekolah dapat menjadikan anak jenius sebagai underachiever. Ketika sekolah dasar, nilai-nilai Einstein sangatlah buruk hingga ia sempat disebut anak yang bodoh karena tidak “mampu” berprestasi dengan baik. Einstein tidak dapat berprestasi di sekolah karena ia harus mengulang hal-hal yang sudah diketahuinya, yang menurutnya tidak ada manfaatnya, bukan karena ia tidak mampu.

Dapat kita bayangkan kerugian seperti apa yang dialami oleh dunia jika Einstein tidak dapat mengatasi permasalahannya di sekolah. Yang perlu menjadi catatan di sini adalah Albert Einstein berhasil mengatasi permasalahan tersebut di atas dengan bantuan orang lain, pamannya, bukan karena ia mampu mengatasi sendiri permasalahan tersebut. Mungkin saat ini banyak Einstein-Einstein Indonesia yang gagal mengatasi permasalahan dengan sekolahnya.

Faktor guru

Guru memegang peranan penting dalam prestasi sekolah. Bagaimana guru dalam memperlakukan anak didiknya akan mempengaruhi prestasi yang akan dicapai anak. Penelitian yang dilakukan oleh ahli-ahli psikologi menunjukkan bahwa harapan (expectancy) guru terhadap kemampuan anak sangat berpengaruh pada penilaian anak mengenai hal tersebut di atas. Kelas yang diberitahukan bahwa mereka adalah anak-anak pintar dan cerdas mendapatkan perstasi belajar lebih tinggi dibandingkan kelas yang dibandingkan kelas yang diberitahukan bahwa kemampuan mereka kurang (pada kenyataannya, kemampuan mereka tidak berbeda). Sering kali guru tanpa sadar mengabaikan hal ini.

Keluarga dan Lingkungan Rumah

Selain sekolah, lingkungan rumah juga dapat menyebabkan anak menjadi underachiever. Bagaimana orang-orang terdekat memperlakukan anak akan mempengaruhi pencapaian anak dalam berprestasi. Keluarga adalah faktor terpenting yang dapat menyebabkan anak mengalami underachiever. Misalnya: kurangnya perhatian, dukungan, dan kesiapan orang tua untuk membantu anaknya dalam belajar di rumah. Harapan orang tua yang terlampau tinggi terhadap anaknya sehingga sering terjadi pertentangan pendapat antara orang tua dengan anak. Selain itu, orang tua kurang menghargai prestasi belajar yang telah dicapai oleh anak. Sikap orang tua yang demikian kurang memacu anak untuk belajar lebih giat. Anak merasa prestasi belajar yang telah dicapai kurang dihargai dan anak juga akan merasa dirinya tidak mampu berprestasi dalam belajar. Keretakan hubungan antara orang tua (ayah dan ibu), sehingga sering menimbulkan percekcokan dalam rumah tangga yang pada akhirnya menjurus pada perceraian. Kondisi yang demikian, menyebabkan anak kurang berkonsentrasi dalam belajar. Anak akan mengalami underachiever juga terjadi jika suasana rumah gaduh, bising, sumpek, dan dalam keadaan berantakan.

Faktor dalam Diri Individu

a. Persepsi diri

Tidak tercapainya prestasi sekolah yang baik juga sangat ditentukan oleh karakteristik anak. Salah satunya adalah penilaian anak terhadap kemampuan yang dimilikinya. Penilaian anak terhadap kemampuannya berpengaruh banyak terhadap pencapaian prestasi sekolah. Anak yang merasa dirinya mampu akan berusaha untuk mendapatkan prestasi sekolah yang baik sesuai dengan penilaian terhadap kemampuan yang dimilikinya. Sebaliknya, anak yang menilai dirinya sebagai anak yang tidak mampu atau anakyang bodoh akan menganggap nilai-nilai kurang yang didapatkannya sebagai hal yang sepatutnya dia dapatkan.

b. Hasrat berprestasi

Faktor lain dalam diri anak yang menentukan prestasi yang akan dicapainya adalah faktor keinginan untuk berprestasi (need for achievement) itu sendiri. Ada anak yang memilii dorongan dari dalam dirinya sendiri untuk berprestasi, tetapi ada pula yang kurang memiliki dorongan tersebut. Keinginan untuk berprestasi adalah hasil dari pengalaman-pengalaman anak dalam mengerjakan sesuatu. Anak yang sering gagal dalam mengerjakan sesuatu akan mengalami frustasi dan tidak mengharapkan hasil yang baik dan tindakan-tindakan yang dilakukaknnya.

c. Lokus kontrol

Bagaimana anak menilai penyebab prestasi yang dimilikinya dapat menyebabkan tercapainya preatsi yang tinggi. Anak dapat menilai bahwa penyebab terjadinya prestasi tersebut karena faktor usaha yang dilakukannya atau karena faktor-faktor di luar yang tidak dapat dikontrolnya.

Anak yang menilai bahwa penyebab terjadinya prestasi karena faktor usaha tersebut anak yang memiliki lokus kontrol (locus of control) internal, dan jika sebaliknya disebut memiliki lokus kontrol eksternal. Anak yang memiliki lokus kontrol internal akan menilai bahwa angka 4 yang didapatnya dalam pelajaran matematika adalah karena ia kurang belajar, sedangkan mereka yang memiliki lokus kontrol eksternal akan mengatakan karena guru yang sentimen pada dirinya.

d. Pola belajar

Pola belajar anak sangat mempengaruhi pencapaian prestasi anak. Ada anak yang terbiasa belajar secara teratur walaupun besok harinya tidak ada tes atau ujian, tetapi ad apula anak yang hanya belajar jika ada ujian.

Baca tulisan mengenai perilaku: Mengatasi Minder pada Anak

About these ads

Entry filed under: psikologi. Tags: , , , , , , , .

Download Kumpulan Materi Soal dan Beasiswa Budaya Belajar Siswa

3 Komentar Add your own

  • 1. yani achmad  |  5 Mei 2009 pukul 12:34

    mas gimana solusinya ya untuk dijakarta kepada siapa anak-anak tersebut dapat diberi bimbingan

    Balas
  • 2. anita  |  20 Juni 2009 pukul 19:21

    asw, teruz gmn solusinya mas?saya sendiri merasa sprti itu. tingkat IQ termasuk sgt cerdas tp ga terlalu berprestasi bahkan tdk termotivasi dan lingkungan tdk mendukung tp utk bangkit sndiri itu sgt sulit

    Balas
  • 3. CALIENAVICENA  |  11 Desember 2010 pukul 15:42

    mAz,tolong d bnt saya segala sesuatu yg berhubungan dg underachiever
    coz insya allah sya mau buat skripsi soal ini

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="http://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,113,151 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

November 2008
S S R K J S M
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: