Komponen Pembentukan Sikap Belajar Siswa

8 Maret 2009 at 3:10 12 komentar


Djamarah (2000) berpendapat bahwa sesuatu yang belum diketahui dapat mendorong siswa untuk belajar untuk mencari tahu. Siswa pun mengambil sikap seiring dengan minatnya terhadap suatu objek. Siswa mempunyai keyakinan dan pendirian tentang apa yang seharusnya dilakukannya. Sikap itulah yang mendasari dan mendorong ke arah perbuatan belajar. Jadi, sikap siswa dapat dipengaruhi oleh motivasi sehingga ia dapat menentukan sikap belajar.

Dari pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa munculnya sikap seorang siswa diiringi oleh minatnya terhadap suatu objek. Kemudian diyakini bahwa objek yang menarik minat siswa tersebut misalnya terhadap proses pembelajaran di kelas akan menjadi dasar motivasi siswa sehingga akan menentukan sikap siswa itu untuk belajar.

Selanjutnya menurut Walgito (2004), “Sikap mengandung tiga komponen: kognitif (konseptual), afektif (emosional), konatif (perilaku atau action component).” Komponen kognitif yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana orang mempersepsi objek sikap. Komponen afektif yaitu yang berhubungan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. Komponen konatif yaitu komponen yang berkaitan dengan kecenderungan untuk berperilaku terhadap objek sikap. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap.

Di antara ketiga konpomen sikap tersebut dapat dijelaskan bahwa komponen sikap afektif perlu mendapatkan penekanan secara khusus karena sikap afektif ini merupakan sumber motif yang terdapat di dalam diri siswa. Sikap belajar yang positif dapat disamakan dengan minat, sedangkan minat akan memperlancar jalannya pelajaran siswa yang malas, tidak mau belajar dan gagal dalam belajar, disebabkan karena tidak adanya minat.

Berdasarkan uraian di atas penulis mengkhususkan kajian mengenai komponen kognitif. Komponen kognitif atau komponen perseptual, yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana seseorang mempersepsi objek sikap.

Komponen perkembangan kognitif yang ditinjau dari pengetahuan menjadi fokus utama karena perkembangan kognitif mempengaruhi semua aktivitas pembelajaran. Komponen ini memberi penekanan kepada pemupukan sikap positif terhadap pelajaran. Penguasaan asas kemahiran kognitif ini adalah penting untuk memahami sesuatu konsep dalam semua komponen. Dalam pembelajaran, komponen kognitif sangat diperlukan misalnya untuk memahami konsep, prinsip, dan penyelesaian soal.

Kualitas penyelesaian masalah, bergantung kepada kemahiran membuat keputusan, berasaskan naluri atau sebab yang boleh diterima. Siswa boleh dilatih membuat refleksi dan menilai keputusan yang telah diambil.

Pengetahuan melibatkan perubahan-perubahan dalam kemampuan dan pola berfikir, kemahiran dalam belajar, dan cara individu memperoleh pengetahuan dari lingkungannya. Aktivitas-aktivitas seperti mengamati dan mengklasifikasikan benda-benda, menganalisis soal model pembelajaran, memecahkan soal-soal, dan menceritakan pengalaman, merefleksikan peran merupakan proses kognitif dalam perkembangan sikap pengetahuan siswa. Perkembangan pengetahuan akan mengacu kepada perubahan-perubahan yang positif apabila siswa merasa mampu berpikir serta mahir dalam memecahkan persoalan.

Selain itu, komponen kognitif yang berkaitan dengan pandangan yaitu bagaimana siswa memandang pembelajaran matemtika penting atau tidaknya. Dari hasil cara pandang siswa tersebut akan muncul sebagai bentuk keyakinan siswa untuk menerima pembelajaran.

Perubahan-perubahan cara pandang dan keyakinan terjadi dalam kurun waktu yang cukup relatif lama. Keduanya sangat erat kaitannya dan saling berpengaruh satu sama lain. Yaitu perubahan cara pandang siswa akan menfasilitasi atau membatasi kemampuan belajar anak, sebaliknya keyakinan siswa akan sangat menfasilitasi pandangan siswa sehingga membentuk perkembangan kognitif.

Secara garis besar komponen sikap kognitif ini berpengaruh terhadap komponen afektif atau komponen emosional, yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif, sedangkan rasa tidak senang merupakan hal yang negatif. Kemudian sikap tersebut diaplikasikan dalam bentuk perilaku atau action component, yaitu komponen yang berkaitan dengan kecenderungan untuk berperilaku. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap.

Untuk melihat lebih lanjut mengenai sikap belajar sebenarnya ada sesuatu yang melatarbelakangi mengapa siswa mengambil sikap. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi sikap, sebagai berikut:

1) Sikap sebagai instrumen atau alat untuk mencapai tujuan (instrumental function).

Seseorang mengambil sikap tertentu terhadap objek atas dasar pemikiran sampai sejauh mana objek sikap tersebut dapat digunakan sebagai alat atau instrumen untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Kalau objek itu mendukung dalam pencapaian tujuan, maka orang akan mempunyai sikap yang positif terhadap objek yang bersangkutan, demikian pula sebaliknya. Fungsi ini juga sering disebut sebagai fungsi penyesuaian (adjustment), karena dengan mengambil sikap tertentu seseorang akan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya.

2) Sikap sebagai pertahanan ego

Kadang-kadang orang mengambil sikap tertentu terhadap sesuatu objek karena untuk mempertahankan ego atau akunya. Apabila seseorang merasa egonya terancam maka ia akan mengambil sikap tertentu terhadap objek demi pertahanan egonya. Misalnya orang tua mengambil sikap begitu keras (walaupun sikap itu sebetulnya tidak benar), hal tersebut mungkin karena dengan sikap keadaan ego atau aku-nya dapat dipertahankan.

3) Sikap sebagai ekspresi nilai

Yang dimaksud ialah bahwa sikap seseorang menunjukkan bagaimana nila-nilai pada orang tua. Sikap yang diambil oleh seseorang mencerminkan sistem nilai yang ada pada diri orang tersebut.

4) Sikap sebagai fungsi pengetahuan

Ini berarti bahwa bagaimana sikap seseorang terhadap sesuatu objek akan mencerminkan keadaan pengetahuan dari orang tersebut. Apabila pengetahuan seseorang mengenai sesuatu belum konsisten maka hal itu akan berpengaruh pada sikap orang itu terhadap objek tersebut.

Siswa mempunyai sikap positif terhadap suatu objek yang bernilai dalam pandangannya, dan ia akan bersikap negatif terhadap objek yang dianggapnya tidak bernilai dan atau juga merugikan. Sikap ini kemudian mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan yang satu sama lainnya berhubungan. Hal yang menjadi objek sikap dapat bermacam-macam. Sekalipun demikian, orang hanya dapat mempunyai sikap terhadap hal-hal yang diketahuinya. Jadi harus ada sekedar informasi pada seseorang untuk dapat bersikap terhadap suatu objek. Informasi merupakan kondisi pertama untuk suatu sikap. Dari informasi yang didapatkan itu akan menimbulkan berbagai macam perasaan positif atau negatif terhadap suatu objek.

Entry filed under: Pembelajaran. Tags: , , , , , , , , , , , .

SOAL-SOAL TES SNMPTN/SPMB Penerapan Teknik Cerita Berantai untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa

12 Komentar Add your own

  • 1. muhammad yahya  |  9 Maret 2009 pukul 14:28

    sebagai seorang guru penting skali motivasi ini, terima kasih ya pak
    http://www.senandungarab.blogspot.com

    Balas
  • 2. uswatun  |  17 Maret 2009 pukul 9:39

    sebagai seorang mahasiswa saya sangat berterima kasih,karena dengan adanya blog bapak ini saya sangat terbantu dalam menyelesaikan tugas makalah saya dan memberikan motivasi saya sebagai calon seorang guru.

    _____________
    @uswatun, terima kasih kembali…

    Balas
  • 3. Amirullah Rahman  |  20 Maret 2009 pukul 22:05

    terimah kasih banyak bang, tullisan anda bermanfaat bagi banyak orang

    ____________
    @Amirullah Rahman, terima kasih kembali… Salam hangat selalu..

    Balas
  • 4. ratih  |  27 Maret 2009 pukul 10:54

    terimakasih atas adanya blog anda,setidaknya memberikan pencarahan kapada saya, dan tulisan di blog anda sangat berhubungan dengan tugas akhir saya. kalau boleh tahu referensi apa saja yang anda gunakan untuk menguatkan blog anda.

    Balas
  • 5. silas sudarman  |  17 Juli 2009 pukul 17:08

    Terima kasih atas blog anda karena dapat menolong saya untuk tugas penelitian saya

    Balas
  • 6. iien  |  27 Agustus 2009 pukul 12:53

    apa saya bisa minta tolong?
    saya kekurangan literatur tentang sikap dan minat siswa, khususnya di atas taon 2000.
    makasih sebelumnya..

    Balas
  • 7. ummu hafizh  |  20 Maret 2010 pukul 13:07

    bismillah…
    tulisannya bagus dan insyaallah bermanfaat.
    saya ingin memberi saran,,,,
    ada baiknya menyantumkan daftar pustaka….
    jd bisa dijadikan referensi dalam ilmu sains….
    maaf sebelumnya
    trimakasih

    Balas
  • 8. Dafodil a seXy girl Ever u Have ever Seen  |  14 Mei 2010 pukul 7:58

    it’s really useful for me, thanks a lot sir..but masih ada yg kurang,sebaiknya dicantumkan daftar pustaka,…^^

    Balas
  • 9. ata eyeris  |  16 Juni 2010 pukul 13:48

    thanks banget ya pak,, minta izin bwt copas . . . cayoooo

    Balas
  • 10. ata eyeris  |  16 Juni 2010 pukul 13:49

    thanks banget ya pak tulisan ne sangat bermanfaat buat refrensi . . .

    Balas
  • 11. rahmadony  |  22 Oktober 2011 pukul 11:13

    ass,,,
    sangat bermanfaat ,,,,
    n skr saya lagii butuh kajian teori tentang siakp belajar dan kebiasaan belajar siswa,,,ada ngk pak?kl ad saya pengen minta.thanks

    Balas
  • 12. SDN 22 Talang Kelapa  |  3 Desember 2012 pukul 23:42

    trima kasih untuk pak @Tarmizi Ramadhan
    dengan ini saya bisa membaca Secara garis besar komponen sikap kognitif

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="https://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,456,161 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter


%d blogger menyukai ini: