FACEBOOK, ORANG HILANG, DAN SITUS PORNO

17 Februari 2010 at 4:59 8 komentar


Berita orang hilang gara-gara facebook telah mengelitik saya untuk menulis. Korbannya kebanyakan berasal dari kalangan ABG. Mereka kaum pelajar, siswa SMP dan SMA. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, menurut laporan dari Komnas HAM mencapai 100 orang lebih (Sumber: news.id.msn.com).

Sejak diberitakannya para ABG dan gadis di bawah umur hilang, para orang tua ‘panik’. Media massa beramai-ramai memblow-up berita ini. Bahkan salah satu stasiun televisi swasta mengulas secara khusus tentang facebook. Berbagai macam tanggapan, ada yang pro dan ada pula yang kontra. Bahkan dinyatakan haram sekalipun. Sempat diberitakan pula para ibu yang ‘gaptek’ berbondong-bondong mengunjungi warnet, murid-murid SMP diberitakan demo tentang Facebook, hingga walikota Depok razia warnet segala bawa-bawa polisi.

Ada apa dengan Facebook?

Facebook (FB) disebut pula dengan situs jejaring sosial adalah sarana yang disediakan untuk menjaring pertemanan sebanyak-banyaknya. Melalui FB, siapa saja bisa melakukan chat dan saling berkomunikasi. Hal ini sama seperti MIRC atau Friendster, yang sekarang konon mulai diitinggalkan pendukungnya. Jadi, FB hanya merupakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Tergantung individu yang memanfaatkannya. Orang tua dan Masyarakat harus ‘cerdas’ dan lebih kritis dalam menyikapi berbagai pemberitaan. Jangan mudah tergiring dengan opini yang berkembang di berbagai media massa seakan-akan Facebook itu berbahaya (padahal belum 100% benar).

Tingkatkan Pengawasan Orang Tua

Fenomena ‘orang hilang’ yang menjadi pusat pemberitaan hendaknya dijadikan pembelajaran bagi siswa, terutama sekali orang tua. Orang tua sangat berperan dalam membimbing anak. Tanpa peran serta yang aktif dari orang tua akan menyebabkan hubungan anak dan keluarga menjadi jauh dan akibatnya anak akan berontak dan kurang pengawasan. Sebagai wujudnya adalah anak tersebut akan berbuat apa saja tanpa sepengetahuan orang tua.

Slameto (2003) mengungkapkan faktor orang tua merupakan faktor yang ada di luar individu yang turut serta mempengaruhi anak. Cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, serta pengawasan orang tua sangat penting bagi kelangsungan masa depan anak.

Faktor orang tua sebagai faktor penentu bagi keberhasilan anak.  Prayitno (2004) mengungkapkan bahwa: “… sumber-sumber permasalahan pada diri siswa banyak terletak di luar sekolah.” Hal ini disebabkan oleh anak lebih lama berada di rumah daripada di sekolah. Karena anak lebih lama berada di rumah, orang tualah yang selalu mendidik dan mengasuh anak tersebut.

Orang tua mempunyai tanggung jawab besar terhadap anaknya, sebagaimana bunyi sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Anwar bin Surai bahwa:

Semua kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertangungjawaban oleh Allah dalam pimpinan kamu. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya, dan akan dimintai tanggung jawab dalam pimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya, akan diminta tanggung jawab dalam pimpinannya.

Dari hadis di atas menunjukkan kepada kita bahwa orang tua harus memikirkan masa depan anaknya, terutama dalam mencapai kemajuan di bidang pendidikan. Anak-anak perlu mendapatkan perhatian, kasih sayang, bimbingan, perlindungan, dan teladan dari orang tua. Apabila orang tua sampai melalaikannya berarti telah melakukan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap anaknya sendiri. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh oleh Hawari (1995) terbukti bahwa kesibukan orang tua telah menyebabkan terputusnya silaturahmi antara orang tua dan anak. Bahkan ada sebagian orang tua yang dalam memberikan kasih sayangnya kepada anak lebih banyak dalam bentuk materi daripada keberadaan dan kebersamaannya dengan anak di rumah (ayah 38,7%; Ibu 30,6%). Dalam hal penyediaan waktu bagi anak yang utama bukanlah banyaknya waktu, melainkan mutu dari pertemuan tatap muka antara orang tua dengan anak. Oleh karena itu, sesibuk-sibuknya orang tua harus ada waktu bagi anak terlebih lagi dalam mendidik anak untuk mencapai keberhasilan belajarnya.

Di dunia maya berbagai macam situs bisa diakses oleh anak, bahkan situs dilarang sekali pun. Coba Anda ketik saja kata ‘seks’, ‘porno’, atau ‘film bokep’ di search engine, maka alamat-alamat situs tersebut akan muncul yang jumlahnya tak terhitung, bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu.

Menghadapi fenomena situs ‘negatif’ itu, orang tua tidak perlu ‘gaptek’. Mengakses internet juga ada sisi baiknya. Berbagai informasi tentang pendidikan juga menjamur dan sangat berguna bagi anak. Betapa banyak anak ‘tertolong’ menjawab tugas sekolah melalui internet. Dengan browsing pula anak bisa mencari materi pelajaran sekolahnya.

Sebagai orang tua perlu meningkatkan pengawasan kepada anak. Bila perlu mendampingi anak pada saat ia mengakses internet. Jadikan internet sebagai sarana belajar bagi anak. Kegiatan ini akan lebih terarah, jika ada perhatian atau pengontrolan dan bimbingan dari orang tua. Pengontrolan yang dilakukan orang tua jangan sampai dirasakan anak sebagai suatu bentuk pengekangan atau pembatasan, melainkan lebih diarahkan untuk membentuk saling pengertian antara orang tua dengan anak.***)

Entry filed under: Pendidikan. Tags: , , , , , , , , , , .

Talking Stick PENYIMPANGAN PERILAKU REMAJA DAN PERAN GURU PEMBIMBING

8 Komentar Add your own

  • 1. sqa indonesia  |  17 Februari 2010 pukul 9:02

    Mendampingi anak dan mengawasi memang solusi tepat tapi kenyataanya banyak orang tua membiarkan anak mereka keluyuran.
    ====================================
    Tertarik tentang SQA masuk sini http://sqaindonesi.wordpress.com

    Balas
    • 2. Tarmizi Ramadhan  |  18 Februari 2010 pukul 11:15

      Sangat disayangkan jika ortu membiarkan anak berkeluyuran.

      Balas
  • 3. A.J.I  |  17 Februari 2010 pukul 13:27

    Mantap infonya bro,….

    Balas
    • 4. Tarmizi Ramadhan  |  18 Februari 2010 pukul 12:23

      Tks.

      Balas
  • 5. Willy Ediyanto  |  19 Februari 2010 pukul 21:49

    Mendampingi anak diperlukan mutu yang bagus. Semakin sering bertemu anak walau sekadar mengucapkan salam, atau menanyakan kegiatan mereka di sekolah atau di masyarakat, sangat penting. Apalagi mengetahui siapa kawan anak-anak kita. Itu sangat penting. Jangan sampai orang tua kehilangan jejak anak-anaknya yang mulai remaja.

    Balas
  • 6. rido  |  5 Juli 2010 pukul 10:46

    tangkap orang y

    Balas
  • 7. tubiel  |  4 Februari 2012 pukul 8:29

    moga ajh,, ortu eng bner2 cynk ma anak_a,, alwys jga…

    Balas
  • 8. get smart  |  28 November 2013 pukul 15:50

    Pengasuh yang dipilih bisa ibunya ayah (nenek anak) hingga garis keturunan seterusnya. Bisa juga perempuan lain yang memang mumpuni dalam mengasuh anak. Adapun syarat pengasuh anak adalah baligh dan berakal, mampu mendidik, terpercaya dan berbudi luhur, Islam, dan tidak bersuami. (Fiqih Anak, 2004. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo).

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="https://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,456,161 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Twitter


%d blogger menyukai ini: