Pembelajaran Kooperatif “Make A Match”

3 Desember 2008 at 0:16 111 komentar


Pembelajaran terpusat pada guru sampai saat ini masih menemukan beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut dapat dilihat pada saat berlangsungnya proses pembelajaran di kelas, interaksi aktif antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa jarang terjadi. Siswa kurang terampil menjawab pertanyaan atau bertanya tentang konsep yang diajarkan. Siswa kurang bisa bekerja dalam kelompok diskusi dan pemecahan masalah yang diberikan. Mereka cenderung belajar sendiri-sendiri. Pengetahuan yang didapat bukan dibangun sendiri secara bertahap oleh siswa atas dasar pemahaman sendiri. Karena siswa jarang menemukan jawaban atas permasalahan atau konsep yang dipelajari.

Setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa ternyata dengan pendekatan pembelajaran seperti itu hasil belajar siswa dirasa belum maksimal. Hal ini tampak pada pencapaian nilai akhir siswa. Dalam satu tahun belakangan ini siswa yang memperoleh nilai 60 ke atas tidak lebih dari 25%.

Rendahnya pencapaian nilai akhir siswa ini, menjadi indikasi bahwa pembelajaran yang dilakukan selama ini belum efektif. Nilai akhir dari evaluasi belajar belum mencakup penampilan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, hingga sulit untuk mengukur keterampilan siswa.

Untuk memperbaiki hal tersebut perlu disusun suatu pendekatan dalam pembelajaran yang lebih komprehensip dan dapat mengaitkan materi teori dengan kenyataan yang ada di lingkungan sekitarnya. Atas dasar itulah peneliti mencoba mengembangkan pendekatan kooperatif dalam pembelajaran dengan metode make a match.

Model pembelajaran kooperatif didasarkan atas falsafah homo homini socius, falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah mahluk sosial (Lie, 2003:27). Sedangkan menurut Ibrahim (2000:2) model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang membantu siswa mempelajari isi akademik dan hubungan sosial. Ciri khusus pembelajaran kooperatif mencakup lima unsur yang harus diterapkan, yang meliputi; saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok (Lie, 2003:30).

Model pembelajaran kooperatif bukanlah hal yang sama sekali baru bagi guru. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Guna meningkatkan partisipasi dan keaktifan siswa dalam kelas, guru menerapkan metode pembelajaran make a match. Metode make a match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan kepada siswa. Penerapan metode ini dimulai dari teknik yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.

Teknik metode pembelajaran make a match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan tehnik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-langkah penerapan metode make a match sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
  2. Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan soal/jawaban.
  3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.
  4. Setiap siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya. Misalnya: pemegang kartu yang bertuliskan nama tumbuhan dalam bahasa Indonesia akan berpasangan dengan nama tumbuhan dalam bahasa latin (ilmiah).
  5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
  6. Jika siswa tidak dapat mencocokkan kartunya dengan kartu temannya (tidak dapat menemukan kartu soal atau kartu jawaban) akan mendapatkan hukuman, yang telah disepakati bersama.
  7. Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
  8. Siswa juga bisa bergabung dengan 2 atau 3 siswa lainnya yang memegang kartu yang cocok.
  9. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran.

Hasil Penerapan Make a Match pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Pembelajaran kooperatif make a match mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa mencapai 55, siklus I rata-rata 63,08, siklus II rata-rata 75,08, dan tes akhir rata-rata 80,73. Kenaikan hasil belajar ini digambarkan pada grafik berikut ini.

grafik-1-pembelajaran-kooperatif-make-a-match-1

Grafik 1: Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Grafik di atas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi dari sebelum dilakukan tindakan sampai akhir tindakan pada setiap siklus kenaikan pencapaian hasil belajar siswa cukup tajam, yakni sebelum dilakukan tindakan hasil belajar siswa rata-rata hanya 55,00 setelah akhir tindakan pada siklus I rata-rata 63,08, siklus II rata-rata 75,08, dan tes akhir rata-rata 80,73. Kenaikan tersebut merupakan suatu realita bahwa pembelajaran kooperatif metode make a match dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa.

Ditinjau dari pencapaian persentase ketuntasan belajar pada tes awal adalah 20%, siklus I adalah 67,50%, siklus II adalah 87,50%, dan tes akhir adalah 87,50%. Kenaikan persentase pencapaian ketuntasan belajar siswa ini digambarkan pada grafik berikut ini.

grafik-2-pembelajaran-kooperatif-make-a-match

Grafik 2: Peningkatan Persentase Ketuntasan Belajar Siswa

Grafik di atas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi dari sebelum dilakukan tindakan sampai akhir tindakan pada setiap siklus kenaikan pencapaian hasil belajar siswa cukup tajam, yakni sebelum dilakukan tindakan hasil belajar siswa hanya 20% setelah akhir tindakan pada siklus II menjadi 87,50%. Kenaikan tersebut merupakan suatu realita bahwa pembelajaran kooperatif make a match dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa

Hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif make a match pada siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini disebabkan oleh guru belum memberikan penekanan secara khusus terhadap proses pembelajaran. Misalnya: tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa belum disertai dengan penjelasan yang lebih rinci. Selain itu, para siswa masih banyak belum memahami cara mengisi kartu soal dan jawaban ke dalam LKS. Namun demikian, pada siklus II guru melakukan perbaikan dan perubahan. Perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan pada siklus II ini seperti lebih menekankan secara khusus mengenai teknik mengisi LKS, dan dilanjutkan dengan melakukan pengamatan terhadap pokok-pokok pikiran dalam wacana. Pada bagian ini penulis menjelaskan kembali materi pelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan ini telah membuat suasana belajar menyenangkan dan lebih menarik. Sebagian siswa tampak aktif mengikuti berbagai kegiatan yang harus dikerjakan oleh siswa. Meskipun di antara siswa masih ada yang belum menjawab pertanyaan secara benar, bagi siswa tersebut guru menganjurkan untuk mendiskusikan jawabannya ke dalam kelompoknya. Setelah para siswa berdiskusi akhirnya siswa tersebut dapat menjawab pertanyaan dengan baik, siswa mampu bersaing antar kelompok.

Dari uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif metode make a match memberikan manfaat bagi siswa, di antaranya sebagai berikut:

  1. mampu menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan
  2. materi pembelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa
  3. mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar secara klasikal 87,50%.

Di samping manfaat yang dirasakan oleh siswa, pembelajaran kooperatif metode make a match berdasarkan temuan di lapangan mempunyai sedikit kelemahan yaitu:

  1. diperlukan bimbingan dari guru untuk melakukan kegiatan
  2. waktu yang tersedia perlu dibatasi jangan sampai siswa terlalu banyak bermain-main dalam proses pembelajaran.
  3. guru perlu persiapan bahan dan alat yang memadai

Berdasarkan kegiatan proses belajar mengajar, siswa nampak lebih aktif mencari pasangan kartu antara jawaban dan soal. Dengan metode pencarian kartu padangan ini siswa dapat mengidentifikasi permasalahan yang terdapat di dalam kartu yang ditemukannya dan menceritakannya dengan sederhana dan jelas secara bersama-sama.

Pada saat guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi konsep/topik tentang mencari pikiran utama dan pikiran penjelas dalam wacana untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban). Setelah guru memerintahkan siswa untuk mengambil kartu tampak sebagian besar siswa bersemangat dan termotivasi untuk menarik satu kartu soal. Setelah siswa mendapatkan kartu soal, masing-masing tampak memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang. Kelompok dengan pasangannya ingin saling mendahului untuk mencari pasangan dan mencocokkan dengan kartu (kartu soal atau kartu jawaban) yang dimilikinya. Di sinilah terjadi interaksi antar kelompok dan interaksi antar siswa di dalam kelompok untuk membahas kembali soal dan jawaban. Guru membimbing siswa dalam mendiskusikan hasil pencarian pasangan kartu yang sudah dicocokkan oleh siswa.

Pada penerapan metode make a match, diperoleh beberapa temuan bahwa metode make a match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan mencocokkan kartu yang yang ada di tangan mereka, proses pembelajaran lebih menarik dan nampak sebagian besar siswa lebih antusias mengikuti proses pembelajaran, dan keaktifan siswa tampak sekali pada saat siswa mencari pasangan kartunya masing-masing. Hal ini merupakan suatu ciri dari pembelajaran kooperatif seperti yang dikemukan oleh Lie (2002:30) bahwa, “Pembelajaran kooperatif ialah pembelajaran yang menitikberatkan pada gotong royong dan kerja sama kelompok.”

Kegiatan yang dilakukan guru ini merupakan upaya guru untuk menarik perhatian sehingga pada akhirnya dapat menciptakan keaktifan dan motivasi siswa dalam diskusi. Hal ini sejalan dengan pendapat Hamalik (1994:116), “Motivasi yang kuat erat hubungannya dengan peningkatan keaktifan siswa yang dapat dilakukan dengan strategi pembelajaran tertentu, dan motivasi belajar dapat ditujukan ke arah kegiatan-kegiatan kreatif. Apabila motivasi yang dimiliki oleh siswa diberi berbagai tantangan, akan tumbuh kegiatan kreatif.” Selanjutnya, penerapan metode make a match dapat membangkitkan keingintahuan dan kerja sama di antara siswa serta mampu menciptakan kondisi yang menyenangkan. Hal ini sesuai dengan tuntutan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) bahwa pelaksanaan proses pembelajaran mengikuti standar kompetensi, yaitu: berpusat pada siswa; mengembangkan keingintahunan dan imajinasi; memiliki semangat mandiri, bekerja sama, dan kompetensi; menciptakan kondisi yang menyenangkan; mengembangkan beragam kemampuan dan pengalaman belajar; karakteristik mata pelajaran.

Hasil temuan lapangan telah memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Widyaningsih, dkk (2008) yang melakukan penelitian dengan judul Kel. 3 Cooperative Learning sebagai Model Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran Matematika. Penelitian Widyaningsih mengambil tiga tipe pembelajaran kooperatif yaitu STAD, Jigsaw, dan Make a Match. Penerapan Cooperative Learning menurut hasil penelitian Widyaningsih dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan cooperative learning dalam pembelajaran matematika dapat menggunakan berbagai model serta efektif jika digunakan dalam suatu periode waktu tertentu. Susana positif yang timbul dari cooperative learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran dan guru matematika. Dalam kegiatan-kegiatan yang menyenangkan siswa merasa lebih termotivasi untuk belajar dan berpikir. Namun tidak menutup kemungkinan kericuhan didalam kelas akan terjadi.

Kepustakaan:

Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Cet. ke-3. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Ibrahim, H. Muslimin. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press

Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning. Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Grasindo.

Widyaningsih, Wahyu. 2008. Kel. 3 Cooperative Learning sebagai Model Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran Matematika. Makalah dipbulikasikan melalui http://tpcommunity05.blogspot.com. Diakses pada tanggal 26 April 2008).

________________

Catatan:

Kepada Para Pengunjung Yth.

Karena banyaknya permintaan tentang buku sumber pembelajaran kooperatif “Make a Match” karangan Lorna Curran (1994), dengan ini saya hanya memberikan contoh sampel buku yang dimaksud:

<i>Language arts and cooperative learning lessons for little ones</i>

Language arts and cooperative learning lessons for little ones

Atas perhatian dan komentarnya diucapkan terima kasih.
Salam Takzim,
Tarmizi Ramadhan
About these ads

Entry filed under: Pembelajaran. Tags: , , , , , , , , , .

Pembentukan Sikap Sosial Anak Penerapan Model Pembelajaran Tematik pada Mata Pelajaran Matematika Terpadu

111 Komentar Add your own

  • 1. fatur  |  21 Desember 2008 pukul 11:58

    mas ini saya sdng mengerjakan skripsi tentang make a match tp saya kurang litelaturya? tolong y mas saya minta litelaturnya? please tolong kirim k email saya. oh iya mas index cart match sama make a match sama g ya mas?
    _____________

    @fatur:
    Saya kurang memahami maksud Anda dengan index cart [chart] match (biasanya digunakan sebagai katalog judul, subjek, dan buku). Untuk pembelajaran kooperatif make a match, pelaksanaannya cukup simpel, yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu (kartu soal dan kartu jawaban), dan mencocokkannya. Misalnya pada pembelajaran Biologi, pemegang kartu Padi akan berpasangan dengan pemegang kartu Oryza sativaatau pemegang kartu yang bertuliskan Carrolus Linnaeus akan berpasangan dengan pemegang kartu tokoh binomial nomenklatur.
    Anda bisa mendapat sumber pembelajaran kooperatif “make a match” dari Lorna Curran (1994) dalam bukunya Lenguage Arts and Cooperative Learning: Lessons for The Little Ones.
    Demikian ya, mudah-mudahan dapat menjadi masukan yang berguna.

    Balas
    • 2. wawan  |  26 Mei 2009 pukul 18:09

      Saudara membaca langsung buku karangan Lorna Curran yang berjudul “Language Arts and Cooperative Learning: Lesson forThe Little Ones” atau tidak? Jika tidak, Saudara tidak boleh menulis atau membuat kalimat “Teknik metode pembelajaran make a match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994).”

      Balas
      • 3. pintauli devega  |  26 November 2011 pukul 21:23

        BUKU KARANGAN LONA ITU MEMAKAI BAHASA APA?

    • 4. niken  |  5 November 2010 pukul 11:17

      ass..
      mas bukunya bisa didapat di mana?
      kalau mas punya bleh saya beli?

      Balas
    • 5. 210790yasmi  |  23 Januari 2013 pukul 7:49

      mksih bnyak atas infrmasinya,, oy… saya lg nyusun kajian pustaka ne… ada gk hal-hal yang mempengaaruhi pembelajaran kooperatif model make a match.. aliyas pengaruh pembelajaran tentang make a match

      Balas
      • 6. Eni  |  13 Juli 2013 pukul 13:06

        Bukunya diperoleh dimana dan dengan bahasa apa?

  • 7. priyanto syeh  |  26 Desember 2008 pukul 22:05

    Aslm, Mas saya dari jurusan bahasa indonesia sedang mengerjakan proposal yang berjudul PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD tetapi saya mendapat kesulitan perkiraan apa-apa saja buku yang saya cari mohon dibalas lewat email saya.
    saya mohon sama Mas

    Wslm

    Balas
  • 8. priyanto syeh  |  26 Desember 2008 pukul 22:11

    oh ya mas kalo karena saya sangat membutuhkan informasi dari mas boleh saya minta no hp mas biar saya bisa bertanya langsung soalnya diwarnet sangat antri
    saya mohon ya bantuan pertanyaan saya ini No hp saya 081268145102
    Mas miskol saja kehp saya biar saya tanya langsung ke mas dengan melalui Hp
    Mas saya mohon bantuannya
    wslm

    Balas
  • 9. priyanto syeh  |  26 Desember 2008 pukul 22:22

    Aslm,Mas maksud saya ini judulnya:
    pelaksanaan strategi pembelajaran kooperatif Tipe Stad dalam pembelajaran bahasa dan sastra indonesia siswa kelas v dasar
    saya mohon bantuannya dari mas buku apa yang harus saya cari dan penulisnya siapa
    saya mohon sama Mas
    Wslm

    Jawaban untuk Priyanto Syeh.
    Maaf, ya, karena kesibukan yang luar biasa, pertanyaan Anda baru sempat saya blz.
    Judul proposal Anda perlu dipersempit lagi mengenai materi yang akan disampaikan. Saya menyarankan ambil saja materi membaca pemahaman isi paragraf (wacana), sebab pembelajaran STAD cocok untuk materi ini.

    Penjelasan Singkat tentang Pembelajran Kooperatif tipe STAD :
    Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dikembangkan oleh Slavin yang menyatakan bahwa siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan pelajaran, kemudian siswa bekerja dalam tim mereka mamastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Kemudian, seluruh siswa diberi tes tentang materi, pada saat tes ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu (Trianto, 2007:52).

    Referensi yang dapat kamu pakai:
    Andayani, Sutrisni. 2007. STAD dalam Matematika: Penerapan Kooperatif Teknik “STAD” dalam Pembelajaran Matematika. Bahan Ajar FKIP Universitas Muhamadiyah Metro.
    Ibrahim, H. Muslimin. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya:University Press.
    Nur dkk.(2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.
    Santoso, Leonita. 2003. Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Depdiknas.
    Slavin, Robert E. 1995. Cooperative learning. Theory, Research and Practice, Second Edition. Boston: Allyn and Bacon.
    Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
    Yayan. 2008. Model Student Teams – Archievement Division (STAD). http://gurupkn.wordpress.com.

    Demikian jawabannya, semoga bermanfaat.

    Balas
  • 10. sriudin  |  29 Desember 2008 pukul 17:49

    thank;s infonya
    http://www.s1pgsd.blogspot.com

    Balas
  • 11. ajeng  |  5 Januari 2009 pukul 15:37

    terima kasih atas artikelnya, sangat bermanfaat sekali

    =============
    Tarmizi Ramadhan menjawab:
    Amin… 3x :lol:
    Terima kasih kembali atas kunjungannya. Ditunggu kunjungan selanjutnya.

    Balas
  • 12. Arie  |  26 Januari 2009 pukul 11:14

    Ass.. Mas Aq sedang mengerjakan proposal skripsi bahasa indonesia dgn menggunakan model pembelajaran make a match.. Tolong mnt referensi buku ttg make a match..??
    Mksh..

    Balas
  • 13. neng acem  |  27 Januari 2009 pukul 0:49

    apakah teknik make a match bisa diterapkan dalam pembelajaran bahasa inggris? selain dari Lorna Curran, ada pendapat lain nggak ttg make a match?

    =============
    @Neng Acem dan Ari :

    Teknik “make a match” bisa diterapkan pada Bahasa Inggris, bahkan pada mata pelajaran lain pun. Sumber asli memang dari Lorna Curran, tapi Anda dapat memanfaatkan sumber pendukung/penunjang, misalnya: Slavin, Savage, Leonita Santoso, M. Sobri Sutikno, Muhammad Nur, dll.
    Demikianlah jawaban kami, semoga bermanfaat….

    Balas
  • 14. alfathiya  |  17 Februari 2009 pukul 9:03

    Assalamualaikum…
    Pak, saya sangat tertarik mengenai model pembelajaran make a-match. menurut bpk apakah model ini bisa diterapkan pada mata pelajaran kimia? kalau bisa, kira-kira pada sub bahasan apa saja yang cocok? dan apakah ada literaturnya?.soalnya saya masih bingung mau membahas masalah apa untuk skripsi. tolong di balas ke email saya iher_chem05@yahoo.com atau ke nomor hape saya 085280278051
    sebelumnya saya ucapkan terimaksih.

    _____________

    @alfathiya; sayang sekali, ya, saya betul-betul g menguasai tuh kimia… Kalau mengenai literatur yang diperlukan baca komentar saya sebelumnya. Terima atas kunjungannya kemari. Ditunggu kunjungan Anda selanjutnya.. :lol:

    Balas
  • 15. yuma  |  18 Februari 2009 pukul 14:08

    mas,saya mo nnya..
    tugas akhir saya judul nya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe stad dengan strategi CORE untuk matematika(connecting,Organizing,Reflecting,Extending).
    masalahnya sekarang saya kurang bahan tentang CORE. bisa g mas bantu saya nyariin tentang CORE itu…
    terimaksih sebelumnya……
    tolong dibalas d email saya yUmA_cLoTeh@yahoo.com

    Balas
    • 16. hariyati (@justharyati)  |  21 April 2014 pukul 20:26

      Maap mbk, apakah mbk skrang sudah punya referensi mengenai CORE ?? soalnya saya juga ada rencana mw penelitian tentang model pembljaran CORE …mohon bantuan nya mbk :)

      Balas
  • 17. novi  |  18 Februari 2009 pukul 15:46

    assalamualaikum……
    Pak, tolong kirimin artikel atau pembahasan yang lebih rinci mengenai pembelajaran kooperatif tipe make a match.
    Trims
    ______________

    @novi. Maaf, ya, hasil penelitian make a match masih dalam bentuk hard copy. saya lum bisa mengabulkan permintaan Anda. Tq.

    Balas
  • 18. rininta  |  20 Februari 2009 pukul 14:27

    Pak, bukux ibrahim bisa kita dapetin dmn yah?
    sy dah keliling toko buku dimtr pi ga dapet2…
    _____________

    @rininta. Cari lg dech buku itu. Saya miliki buku itu dah lama kira-kira tahun 2002 lalu

    Balas
  • 19. reva linda  |  24 Februari 2009 pukul 16:43

    ass… mas, saya mw nanya ne.. sya lg mw nyusun skripsi apkh mtode make a match tu sama ap tdak dgan metode pemblajrn koperatif tipe STAD?? jika iy, mennurut mas, pda pembelajaran matematika materi apa yang plling cocok untuk membedakan metode pembljaran konvensional dengan STAD
    _______________

    @reva linda; model make a match tidak sama dengan STAD, silakan Anda baca buku sumber tentang STAD karangan:
    Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka
    Sebagai perbandingan barangkali yang cocok dengan STAD, Anda bisa bandingkan metode tanya-jawab, sebab skenario STAD dan Metode tanya jawab mempunyai karakter yang sama.

    Balas
  • 20. reva linda  |  24 Februari 2009 pukul 16:46

    mas, tlg dibalas lwat email saya y mas, mksih sebelumnya…wslam

    Balas
  • 21. niken  |  9 Maret 2009 pukul 11:35

    asalamualaikum, mas aku skrng lg mengerjakan proposal skripsi PKn dengan model make a match bisa tolong krimkan judul buku n pengarang serta penerbitnya. ma ksih sblmnya

    ____________
    @niken, permintaan mengenai sumber model make a match sudah ditanyakan pada komentar sebelumnya dan telah saya jawab, silakan baca jawaban atas komentar sebelumnya. Terima kasih…

    Balas
  • 22. jephit  |  14 Maret 2009 pukul 18:54

    mas,
    saya ingin membuat skripsi dengan model pembelajaran make a match.
    bisa tolooong kirimkan artikel tentang pembelajaran make a match.
    untuk literatur, buku apa yang bisa saya pakai?
    pada pembelajaran kimia kira-kira materi apa yang sesuai dengan metode ini?
    terimakasih….

    Balas
  • 23. winda  |  19 April 2009 pukul 10:26

    Assalamu’alaikum.
    mas, saya sedang menulis skripsi tentang model pembelajaran tipe make a match. Namun saya masih kurang paham tentang dimasukkan nya make a match sebagai salah satu pembelajaran kooperatif. kalo dari langkah-langkahnya belum terlalu terlihat sebagai pembelajaran kooperatif. Mohon penjelasan.
    terimakasih.
    Wassalam.

    _______________
    @winda. Salah satu ciri pembelajaraan kooperatif ialah adanya belajar kelompok, siswa saling bekerja sama, dan mempunyai tanggung jawab bersama….

    Balas
  • 24. sriudin  |  5 Mei 2009 pukul 21:06

    tes….

    Balas
  • 25. oong  |  6 Mei 2009 pukul 21:16

    ass……bang..!
    boleh minta tolong!? saya lagi mau garap skripsi kebetulan saya pake metode Make A Macth dan saya tidak punya referensi yang cukup untuk mengetahui definisi tentang make a macth itu sendiri.
    kalo sampean ada boleh saya minta tolong kirimkan ke Email saya.
    kalo ada sekalian contoh proposalnya…he…..Tq

    Balas
  • 26. dj  |  7 Mei 2009 pukul 17:49

    ass…
    saya lg membuat skripsi.
    pak tlg jlsn ttg hakikat make- a match. truz klo cr bukuna make – a match (lesson for the little ones) ntu dmn y?
    alna sya cr d gramedia tdk ada N d toko bku lain na g da jg.
    trz tlg jg penjabaran pengertian make – a match scr detail y pak.
    tlg bls k email saya N sblmna terimakasih.
    sya tggu jawaban anda scpt na.
    wass

    Balas
  • 27. sisca  |  8 Mei 2009 pukul 21:40

    mas, sya sdg menulis skripsi tentang teknik pembelajaran make-a match.
    tlg d bantu apa saja hakikat na make- a match itu?
    klo mw beli buku na lesson for the little ones itu dmn y?
    tlg d blz scpt na, thanx.
    wass

    Balas
  • 28. Awan  |  9 Mei 2009 pukul 2:27

    salam kenal,
    pak… saya lg nyusun skripsi mengenai make a match. Mohon bantuannya!! saya minta referensinya selain dari Anita Lie or Lorna Curran… tolong y…………..?????

    Balas
  • 29. ratna  |  9 Mei 2009 pukul 20:44

    ass….
    mas tolong dijelaskan lebih detail langkah-langkah make a match yang dapat menunjukan bahwa make a match termasuk dalam cooperative learning,.

    Balas
  • 30. siti nur hajijah  |  13 Mei 2009 pukul 10:08

    kak,tolong krimin model-model pembelajaran ya kak ke email ku,siti lagi cari model pembelajaran kak

    Balas
  • 31. sisca  |  17 Mei 2009 pukul 8:59

    knp ptyaan sya tidak d blz2 c!!!!!
    tlg dounk mas d blz, penting bgt nie!!!!
    makasih sebelumnya.

    Balas
  • 32. JOKO SIDIK SUSILO SH  |  18 Mei 2009 pukul 19:16

    yang terhormat mas pengasuh make a match yang dermawan….
    gini mau nanya mas,, saya pusing sehari2 lihat istri saya nggrutu aja gara2 gak dapat referensi buku tentang Make a Match. di ambil judul Pengaruh Metode Make a Match terhadap prestasi matematika siswa.. saya mohon berikan jawaban buku apa yang tepat untuk hal tersebut, dan kalau ada nyarinya di mana? judul bukunya apa? soalnya sudah muter2 ke bandung tidak ketemu juga.. sekian dan terimakasih.. boleh email ke yahoo saya. j_susilo85@yahoo.co.id

    Balas
  • 33. beasiswa s1  |  3 Juni 2009 pukul 1:50

    salam kenal,
    pak… saya lg nyusun skripsi, bahan kajiannya saya rasa relefan . Mohon bantuannya!! kalu ada saya minta referensinya selain dari Anita Lie or Lorna Curran, terimaksih sebelumnya. salam sukses.

    Balas
  • 34. Pepen Supendi  |  16 Juni 2009 pukul 13:32

    Saya lagi nyusun tesis agak sedikit kesulitan ttg materi langkah-langkah Strategi Pembelajaran Aktif Learning, Kooperatif, n Ekspositori, kira-kira buku apa yang bisa saya cari……?

    Balas
  • 35. halimah  |  22 Juni 2009 pukul 9:25

    pak,,klo refensi kooperatif model talking chip dimana ya? mohon bantuannya untuk referensi skripsi sy? terima kasih

    Balas
  • 36. evi  |  13 Juli 2009 pukul 13:40

    Pak, bisa tolong dijelaskan gak bagaimana contoh RPP dalam pelaksanaan pembelajaran make a match dalam PTK (Penelitian Tindakan Kelas)? sama gak soal untuk pre tes dan post tes? bagaimana pelaksanaan pre tes dan pos tes tiap kali pertemuan?apakah tiap pertemuan dilakukan pos tes dan pre tes dalam Make a match yang PTK??tolong bantu saya ya pak,,saya lagi nyusun skripsi bidang pend.akuntansi….tolong bals lewat email saya ja ya pak…thanx

    Balas
  • 37. dhian  |  3 Agustus 2009 pukul 0:59

    mas tolong bantu tentang pembelajaran model core

    Balas
  • 38. dhian  |  3 Agustus 2009 pukul 1:02

    mas minta bantuan tentang metode pembelajararan core

    Balas
  • 39. Romi  |  11 Agustus 2009 pukul 23:52

    Mas, Saya mau penelitian tentang pembelajaran model make a match. tapi saya ragu untuk ngelanjutinnya. soalnya literaturnya jarang sekali. kl boleh saya minta di kirimi ke E_mail saya. baik artikel ato apa saja yang ada landasan teorinya tentang pembelajaran make a match ini. makacii

    Balas
  • 40. Romi  |  13 Agustus 2009 pukul 15:45

    Mas mnta tlg d kirimi artikel/soft copy ttg pmbljrn mdel make a match ini. Mhn d krm k e_mail saya d hidayatullahromi@yahoo.com.
    Makasi sblmxa

    Balas
  • 41. INA  |  23 Agustus 2009 pukul 21:25

    Mas, saya sama dengan yang lain butuh artikel atau judul buku tentang pembelajaran model make a match, sudah cari ke gramedia bukunya tidak dapat. Tlg kirimkan ke email saya, thx b4.

    Balas
  • 42. arin  |  16 September 2009 pukul 20:02

    mas, saya sudah keliling-keliling buat cari bukunya Lorna Curran tentang make a match tu, tapi gak ketemu juga. seantero surabaya yang katanya segala jenis buku tersedia juga sudah saya kelilingi, tapi hasilnya tetep nihil. mas saya mau tanya, dimana saya bisa mendapatkan (membeli) bukunya Lorna Curran itu??tolong dibantu ya mas, soalnya saya sangat membutuhkannya untuk keperluan skripsi saya. thanks before.

    Balas
  • 43. miYa  |  14 Oktober 2009 pukul 12:39

    ass…
    pak,,mau nanya ni..saya masi kebingungan dalam mencari literatur make a match…selain gambar buku yang mas pajang tentunya..mohon dibalas ke email ya mas g_navalda@yaoo.co.id… lagi mo ngajuin proposal. mohon baantuannya.. makasiiihh ^^
    wasss…

    Balas
  • 44. Nur Rahmah  |  24 Oktober 2009 pukul 10:02

    aslm,,,pak nanya ni…sy skrg lg mencari literatur pembelajaran CORE……..soalnya mw ngajuin proposal. mhn bantuannya.tlg dikirim ke e-mail sy.thnks advance

    Balas
  • 45. tino purba  |  25 November 2009 pukul 22:03

    mas..apa ada bkuk tntng metode make a match

    Balas
  • 46. silvi  |  1 Desember 2009 pukul 14:27

    saya sangat ingin menerapkan CO pada pembelajaran apresiasi cerpen. kira-kira metode CO apa yang pas ya pak?

    Balas
  • 47. yanna  |  28 Februari 2010 pukul 13:45

    saya mau tanya buku panduan untuk model pembelajaran make a match yang berbahasa Indonesia ada ga? kalau ada judulnya apa? makasie.tlg kirimkan ke email saya..

    =================
    @yanna: Rujukan model pembelajaran make a match dalam bahasa Indonesia sampai saat ini beluim ditemukan. Mungkin ada di antara para pembaca (pengunjung) yang mengetahui buku rujukan dalam bahasa Indonesia tentang make a match, kami mohon masukannya. Terima kasih.

    Balas
  • 48. YANTRI  |  14 Maret 2010 pukul 12:56

    tlong dong ma, buku apalagi selain lorna curran yang memuat tentang metode make a-match.mksih

    Balas
  • 49. riyu  |  12 April 2010 pukul 10:26

    da jurnal tentang make a match…?kalau ada tlng saya dikirimi.
    makasih

    Balas
  • 50. shoim  |  19 Mei 2010 pukul 19:55

    salam kesejahteraan pendidikan anak Indonesia……..
    mas makasih infonya + klengkapan dng literarturnya. jika model make a match mo dgabungin dngan konsep inkuiri mungkin ndak mas? trus jk bs, tu masuk dlam modifikasi make a match ato tetap dengan namanya make match. tlong dblez mas
    makasih sbelumnya atas kerjasamanya

    Balas
  • 51. Lia.S  |  13 Juli 2010 pukul 19:21

    Assalamualaikum Pak Tarmizi …
    saya mau minta tolong dimana saya dapat menemukan buku Lourna Cuuran??
    saya sangat perlu buat referensi skripsi saya,,,

    Balas
  • 52. richardus  |  22 Juli 2010 pukul 22:48

    selamat malam mas, kira2 dmn saya bisa dapatkan bukunya lorna curran, kalo di jual sm mas gmn cra pemesanannya.

    Balas
  • 53. richardus  |  22 Juli 2010 pukul 22:51

    mt mal mas saya butuh bangat buku lorna curran bt nulis skripsi. bisa ngk di kirim lwt emailku? kebetulan judul skripsiku pake make a match.zz

    Balas
  • 54. Amirullah  |  31 Agustus 2010 pukul 20:43

    buku pembelajaran lorna curran edisi bahasa indonesia penerbitnya sispa ya tolong dong buat refrensi skripsi !!!

    Balas
  • 55. Amirullah  |  31 Agustus 2010 pukul 20:46

    buku pembelajaran lorna curran edisi bahasa indonesia penerbitnya siapa ya tolong dong buat refrensi skripsi !!!

    Balas
  • 56. via  |  16 September 2010 pukul 12:35

    ka.. sy butuh bku ini krn penunjang skripsi sy. dmana y sy bs nemuin?? krn sy udh cr di perpus univ atma jaya, uhamka, unj, gak ad.
    mohon bantuannya.
    thanx

    Balas
  • 57. sukri  |  22 Oktober 2010 pukul 8:25

    asslmk….

    mas saya sedang mencari referensi untuk skripsi saya…
    kebetulan salah satu bukunya juga menjadi referensi artikel mas di atas…
    “Ibrahim, Muslimin, dkk. 2002. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESAUNIVERSITY”..

    kira2 di mana saya bisa mendapatkan buku tersebut ??
    mohon bantuannya mas…..

    Balas
    • 58. Tarmizi Ramadhan  |  27 Oktober 2010 pukul 1:31

      itu buku terbitan lama, memang susah mencarinya di toko buku. Cari buku sumber yang lain, sekarang sdh banyak beredar di toko buku. Misalnya Slavin, Trianto, Anita Lie, dll.

      Balas
  • 59. andika  |  22 Oktober 2010 pukul 20:35

    mas saya mw nanya..sya sedang membikin slripsi mengenai make a match pada pelajaran sejarah kels 7 smp,sya bingung dalam membagi kelompok untuk penelitian tersebut.dalam pembelajaran ini bysanya dapat dibagi kedalm berapa kelompok?
    mksih sebelumnya
    mohon bantuannnya mas…
    balas lewat email saja

    Balas
    • 60. Tarmizi Ramadhan  |  27 Oktober 2010 pukul 1:28

      make a match dilaksanakan pada kelompok berpasangan..

      Balas
      • 61. andika  |  1 November 2010 pukul 20:37

        berarti 1 kelas bsa bnyak pasangan atau gmn

  • 62. venny lya damayanti  |  3 November 2010 pukul 6:35

    Ass.
    mas, saya sedang mengerjakan skripsi tentang model pembelajaran make-a-match dengan materi meresensi buku. kira-kira, bagaimana ya cara menerapkannya??
    bingung saya.
    lalu, referensi-referensi apa yang bisa saya baca?
    terimakasih sebelumya….

    Balas
  • 63. niken  |  5 November 2010 pukul 10:51

    dalam pembelaran matematika model make a macth bgusnya di terapkan materi apa?
    kalau untuk SMA?
    kalu untuk SMP?

    Balas
  • 64. rini  |  10 November 2010 pukul 9:41

    ass….
    mas saya mo minta bantuan boleh ya?, gini saya kan ngambil skripsi dengan strategi make a macth untuk di ajarkan di SD KLS IV pada mata pelajaran matematika semester 2 kira2 pokok bahasan yang cocok dengan stategi itu apa ya mas?
    klo saya ngambil pokok bahasan pecahan campuran bisa gak?
    trus klo bisa bagaimana membuatkartu soalnya?tolong di balas ya mas?

    Balas
  • 65. friska  |  3 Desember 2010 pukul 23:05

    ” mas,
    metode pembelajaran terbaru ada ga?
    yang cocok dengan pelajaran biologi di SMA??

    tolong di balas y..
    makasihh..”

    Balas
  • 66. Rina Susanti  |  12 Januari 2011 pukul 17:35

    Assalamualaikum….. Pak mendapatkan buku make a match karangan Lorna Curran dimana ych…? Trimakasih

    Balas
  • 67. Evi Sinaga  |  26 Januari 2011 pukul 22:31

    menarik memang metode mengajar make a match ini…
    tp saya masih bingung dengan cara penerapannya dalam proses KBM…..
    yg mau saya tanyakan,
    1. Bagaimana dengan penyampaian materinya? Apakah guru masih menjelaskan dengan ceramah?
    2.

    Balas
  • 68. magfirah  |  29 Januari 2011 pukul 7:34

    kalau make a match di pake dengan memakai media ICT misalnya quiz creator (matching) dengan pembeljaran berkelompok bgs g ya???
    kira-kira penerapan yang bagusnya gimana?

    Balas
  • 69. Resti Ries T  |  27 Februari 2011 pukul 8:51

    ass..
    saya skrg sedang meneliti metode make a match dipembelajaran bahasa Indonesia. saya ingin bertanya bisa gk metode ini untuk menulis. kalau bisa ada bukti tertulis gk yang mengatakan bahwa metode make a match bisa digunakan untuk pembelajaran menulis bhs indonesia. saya mohon bantuannya..

    Balas
  • 70. kamriantiramli  |  23 Maret 2011 pukul 19:07

    saya merencanakan membuat tesis eksperimen dengan metode make a match..dalam 90 menit PBM, berapa kali bapak melakukan pembagian kartu kepada siswa jika mereka telah mendapatkan pasangannya masing-masing?..apakah setelah pembagian kartu dan siswa mendapat pasangan, mereka langsung mengerjakan LKS?????????????????????????????

    Balas
  • 71. BLOG BISNIS ONLINE | BLOG BISNIS ONLINE  |  25 Maret 2011 pukul 13:49

    Menarik infonya, kebetulan sedang bantu sodara nyusun tesis ini. thx

    Balas
  • 72. budi febriyanto  |  3 April 2011 pukul 6:00

    Assalamualaikum,,,,,
    maaf mas mengganggu, ingin menanyakan mengenai referensi buku asli Lorna Curan bisa didapatkan dimana yah? mohon bantuaanya,, saya sedang menyusun skripsi bahasa inggris menggunakan make a match namun referensi tentang make a match masih minim,,,, terima kasih, semoga berkenan membalas,,,,,

    Balas
  • 73. dilasarah  |  17 April 2011 pukul 18:20

    makasih bapak…sangat bermanfaat…:)

    Balas
  • 74. pratama  |  23 April 2011 pukul 7:07

    trim.. artikel nya bagus.. klo di gunakan untuk experimen b.inggris kira cocok g?

    Balas
  • 75. nurdjanah sulistijati  |  26 April 2011 pukul 19:33

    asw…, maaf pak, saya sekarang sedang membuat PTK dengan metode Make A Match, Pembimbing saya menghendaki dalam laporan PTK saya ada resume tentang penelitian yang relevan. apakah saya boleh di krimi hasil PTK bapak tentang pembelajaran kooperatif make a match, bagaimana caranya.., terima ksih

    Balas
  • 76. inliati  |  5 Juli 2011 pukul 12:23

    ass…ada tidak mas, contoh skripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match????judulnya aja gpp….
    trima kasih sebelumnya…

    Balas
  • 77. Eri  |  7 Juli 2011 pukul 22:04

    Asml.Mas, tolong cabarkan langkah2 Tipe Make A Match dan bagaimana cara menerapkan kartu sama, cepat ya mas. was

    Balas
  • 78. ayu  |  6 Agustus 2011 pukul 18:17

    Pak saya sedang mengerjakan skripsi yang kebetulan saya mengambil tipe make a match tapi saya kekurangan literaturnya…mohon sekiranya bapak berkenan memberikan informasi kepada saya dimana saya bisa mendapatkan buku yang khusus membahasa tentang make a match karena saya kesulitan mencari buku tersebut…terima kasih pak sebelumx….

    Balas
  • 79. Dony  |  13 September 2011 pukul 13:36

    Asslamualaikum,,klo metode Make A Match dipakai pada matpel Akuntansi SMA cocok gag ya??,,mohon sarannya,,maturnuwun alias trimakasih,,,

    Balas
  • 80. Theresia  |  23 September 2011 pukul 18:58

    Pak saya mau nanya tentang penerapan model make a match, apakah model ini cocok diterapkan jika siswa ini di bagi menjadi beberapa kelompok?

    Balas
  • 81. Dhamenk Pa  |  25 Oktober 2011 pukul 20:42

    bisa minta tlg di kasi lihat contoh RPP nya ga mas??

    Balas
  • 82. ginna desari  |  28 Oktober 2011 pukul 19:44

    mas mau tanya kalau make a match itu masuk model / tipe / teknik ? tolong bantu saya mencari literatur’a yaa mas. tlg kirim ke ginnadesari@yahoo.com
    trims :)

    Balas
  • 83. Arlan Aditiyajaya  |  11 November 2011 pukul 21:04

    bagaimana pak literatur tipe make a match dalam bahasa indonesia sudah diterjemahkan belum, kalaw sudah tolong judul bukunya, pengarang dan penerbit, terimakasih…

    Balas
  • 84. pintauli devega  |  26 November 2011 pukul 20:52

    mas..

    saya lagy mengerjakan tugas skripsi saya dengan judul upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan teknik pembelajaran make a match

    kasih tau dunk referensi bukunya

    kirim aja ke inbox fb saia mas

    devegafiver@yahoo.com

    thx ya mas..

    Balas
  • 85. ita tahlia  |  27 November 2011 pukul 0:25

    ass, pak mau tanya, kl koopertive make a match itu termasuknya model/ metode/ strategi/ teknik?
    mohon bantuan referensi lbih banyak lg tentang make a match ya pak
    sebelum dan sesudahnya trimakasih

    Balas
  • 86. umi  |  29 Desember 2011 pukul 7:58

    assalamkm.
    kak, kalau referensi jurnal yg berkaitan dengan model make a match ada g???
    kl ada tolng saya diksh tau lewt email y.
    terimakash sebelumny.

    Balas
  • 87. umi  |  29 Desember 2011 pukul 8:19

    assalamkm.
    kak, kalau referensi jurnal yg berkaitan dengan model make a match ada g???
    kl ada tolng saya diksh tau lewt email y.
    umisyarifahh91@gmail.com
    terimakash sebelumny.

    Balas
  • 88. selvi  |  9 Januari 2012 pukul 16:06

    Aslm…
    sore pak tarmizi, maf pak say mau minta refresi kelebihan dan kekurangan make a match ada di dalam buku apa ya pak? mohon balasannya ya pak…
    terima kasih…

    Balas
  • 89. sabrina  |  13 Januari 2012 pukul 7:22

    ass.
    pak buku lorna curran di atas bisa didapatkan dimana yah??
    lg butuh ni,, buat nyusun skripsiku..
    makasih.

    Balas
  • 90. Rasyidi  |  3 Februari 2012 pukul 14:53

    Model pembelajaran kooperatif tipe make a match memang sangat bagus untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa, terbukti dari hasil penelitian yang saya lakukan telah berhasil meningkatkan kedua hal tersebut sekaligus hasil belajar siswa. Silakan mencoba untuk rekan-rekan guru yang lain, salam

    Balas
    • 91. boru tanjung  |  10 Februari 2012 pukul 14:04

      kmu dari mana dapat reperensinya?

      sya juga lgi menerapkan metode pembeljarn make A match itu?

      Balas
  • 92. Maris  |  9 Februari 2012 pukul 18:44

    Tks pk tuk infony, sngt b’manfaat utk sy krn l9 ambL juduL skripsi tt9 make a match tk thn ini, tp 9mn cr dptkn buku Lorna Currenny ya n anita Lie. soalna d kota sy tdk ad…. mhn bantuanny pk ^_6..

    Balas
  • 93. review  |  12 Februari 2012 pukul 20:59

    makasih pak yaaa

    Balas
  • 94. rangga  |  15 Februari 2012 pukul 9:50

    mas sya sdang mngerjakan skripsi yang menggunakan metode pembelajaran make a match . . . bsa bntu ksih tw referensi bkunya?
    krim lwat email ya
    indrajit9017@yahoo.com
    trima kasih sbelumnya

    Balas
  • 95. Angeline Caem Siahaan  |  18 Februari 2012 pukul 8:58

    bagus

    Balas
  • 96. susila  |  24 Februari 2012 pukul 19:33

    dimana saya bisa memesan buku karangan lorna curran

    Balas
  • 97. frangkisianturi  |  18 Maret 2012 pukul 12:41

    darimana dapat buku pembelajaran kooperatif karangan ibrahimnya bang

    Balas
  • 98. veny eka amelia  |  21 Maret 2012 pukul 14:46

    itu penelitiannya dilakukan dimana pak???

    Balas
  • 99. syl  |  19 April 2012 pukul 14:33

    Aslmkm..pk tarmizi..kira2 dimana bs ditemukan buku tipe make a match?saya sangat membutuhkan buku itu sekarang,mohon bantuannya..

    Balas
  • 100. debora  |  9 Mei 2012 pukul 13:17

    Begini Pak, saya sedang mengerjakan dan saya sedang mengambil judul Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model make A Match terhadap hasil belajar kosakata bahasa inggris terhadap siswa kelas VII , yang saya mau tanyakan adalah….referensi tentang tehnik make a match ini,,dan cara pelaksanaanya seperti apa…?karena dipikiranku, misalkan ada 1 kelas terdiri dari 40 siswa kemudian dibagi menjadi 5 kelompok dan 1 kelompok terdiri dari 8 siswa lalu aku membagikan kartu secara acak nah di 8 siswa ini mencari jawaban yang cocok dengan soalnya, begini bukan cara tehnik make-a match itu berlangsung…??lalu apa diawal kita menjelaskan ttg materi dulu terus untuk mereviewnya baru menggunakan tehnik make-a match ini…?begitu maksudnya…??thx b4…:)

    Balas
  • 101. sona indra  |  15 Mei 2012 pukul 0:43

    bagaimana jika jumlah siswa nya ganjil…sedangkan kartu soal dan jwban kan harus berpasangan…????

    Balas
  • [...] Pada hari pertama tadi  dipelajari  model-model pembelajaran aktif seperti: Pembelajaran Kooperatif Jigsaw , Pembelajaran Kooperatif Make a Match, TCL, Talking Stick , model pembelajaran Think-Pair-Share, Model Pembelajaran Scramble dll.  Informasi lainnya(Make a Match)  sebagai penunjang bisa diperoleh di sini [...]

    Balas
  • 103. Maulana Fazar Wandhiro  |  10 Juni 2012 pukul 7:50

    saya ingin bertanya dalam kebingungan saya.
    apa beda make a match ketika digunakan sebagai metode atau model pembelajaran….trimss mohon dijawab…

    Balas
  • 104. fitri  |  22 Juli 2012 pukul 12:03

    kl boleh tau apa judul penelitian
    n dilakukan dimana?

    Balas
  • 105. Rini Friska Samosir  |  23 Juli 2012 pukul 17:48

    mas,..
    saya mw tanya bagaimana penerapan model make a match dalam pokok bahasan bilangan bulat di kelas VII SMP ??
    Dan format RPPnya gmna mas,.
    Thanks.

    Balas
  • 106. purwanti  |  21 September 2012 pukul 10:30

    ikut ngopy pak…makasih, mg Allah swt membalas dg yang lebih baik

    Balas
  • 107. wandiwinarko  |  9 Oktober 2012 pukul 21:48

    pak ikut ngopy pak …..untuk membantu penulisan skripsi saya pak….atau kirim ke email saya pak…winarkowandi@yahoo.co.id

    Balas
  • 108. wandiwinarko  |  9 Oktober 2012 pukul 21:49

    no hp saya 081990501980

    Balas
  • 109. Ani fatmawati  |  17 April 2013 pukul 20:02

    ass…. pak minta tolong… dpetin buku make match ne dmna y? sya dah nyari tpi gx ktemu2.. buat rfrensi skripsi. sblumny Thank’s

    Balas
  • 110. Eni  |  25 Juli 2013 pukul 5:19

    Isi buku berbahasa apa?

    Balas
  • 111. quintus  |  11 Desember 2013 pukul 22:25

    dimana dptkan bukunya mas?? tanks infonya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="https://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,063,043 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: