Tujuan Hidup dan Tanggung Jawab Orang Tua

3 Februari 2009 at 5:28 1 komentar


JIKA SEORANG anak kecil ditanya apa cita-cita kamu? Barangkali ia akan menjawab ingin menjadi dokter, pilot, insinyur, atau presiden. Bermacam-macam cita-cita tersebut merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh seorang anak. Dengan kata lain, setiap orang baik muda, tua maupun dewasa tentu mempunyai tujuan atau cita-cita dalam hidup ini.

Suatu cita-cita mengandung suatu harapan dan tujuan yang ingin dicapai. Hanya saja barangkali tujuan yang diinginkan oleh setiap orang itu sedikit berbeda satu sama lainnya. Perbedaan itu sangat bergantung dari bagaimana cara kita mencapainya.

Sebenarnya Allah SWT telah menentukan nasib kita. Akan tetapi, kita tidak boleh menyerah dengan nasib. Pada bagian yang lain Allah SWT juga berfirman yang artinya kurang lebih: “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang akan mengubahnya.” Di sinilah kita mempunyai keyakinan penuh bahwa apa yang dicita-citakan atau yang menjadi tujuan hidup itu harus dilandasi dengan usaha dan ikhtiar.

Masih ingatkah kita dengan hadis Nabi yang mengatakan bahwa: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” Hadis inilah yang selalu membuat motivasi kita untuk selalu menuntut ilmu sampai ke mana pun. Seperti kata orang bijak “Dengan ilmu pengetahuan orang mencoba mengendalikan tanaga alam sekitarnya, tetapi melalui agama orang mencoba mengendalikan tenaga alam yang ada di dalam dirinya sendiri,” (Dr. Werner Von Brawn).

Tujuan hidup kita merupakan bagian dari tanggung jawab moral terhadap diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat, dan negara. Misalnya, seorang ayah atau ibu tentu saja bertujuan ingin memberi suri teladan kepada anak, berkeinginan agar anak-anak tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Kemudian, tertaman pula cita-cita atau tujuan hidup yang sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Anwar bin Surai yang berbunyi bahwa:

Semua kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertangungjawaban oleh Allah dalam pimpinan kamu. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya, dan akan dimintai tanggung jawab dalam pimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya, akan diminta tanggung jawab dalam pimpinannya.

Dari hadis itu menunjukkan bahwa kita semua adalah pemimpin (minimal menjadi pemimpin atas diri kita sendiri). Sebagai seorang pemimpin kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita ke hadapan Allah SWT.

Di antara pemimpin yang mulia di muka bumi ini adalah orang tua. Mengapa demikian? Sebab mereka dari kecil mengasuh, mendidik, memberi pengetahuan, mengajarkan akhlak, mengajarkan berhitung, mengajarkan membaca, dan lain-lain kepada anak-anak. Sementara itu, mereka (para orang tua kita) jarang sekali meminta balasan langsung kepada anak. Mereka ikhlas, meski hati merasa pernah disakiti oleh kenakalan anak-anaknya.

Orang tua memang mempunyai tugas yang maha berat. Ia harus memikirkan masa depan anaknya, terutama dalam mencapai kemajuan di bidang pendidikan. Anak-anak perlu mendapatkan perhatian, kasih sayang, bimbingan, perlindungan, dan teladan dari orang tua. Apabila orang tua sampai melalaikannya berarti telah melakukan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap anaknya sendiri. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh oleh Hawari (1995:142) terbukti bahwa kesibukan orang tua telah menyebabkan terputusnya silaturahmi antara orang tua dan anak. Bahkan ada sebagian orang tua yang dalam memberikan kasih sayangnya kepada anak lebih banyak dalam bentuk materi daripada keberadaan dan kebersamaannya dengan anak di rumah (ayah 38,7%; Ibu 30,6%). Dalam hal penyediaan waktu bagi anak yang utama bukanlah banyaknya waktu, melainkan mutu dari pertemuan tatap muka antara orang tua dengan anak. Oleh karena itu, sesibuk-sibuknya orang tua harus ada waktu bagi anak terlebih lagi dalam mendidik anak untuk mencapai keberhasilan belajarnya.

REFERENSI

Alquran serta Terjemahannya.

Al Hadist.

Hawari, Dadang. 1995. “Peranan Keluarga Harmonis dalam Membangun Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara.” Makalah disampaikan dalam Smeinar Nasional Budaya Bangsa. Program Kerjasama PCHI, ICMI, ISKA, KCBI, PIKI.

Entry filed under: Umum. Tags: , , , , , , , , .

DEFISIENSI MORAL TERHADAP PELANGGARAN NILAI DAN NORMA Dampak Bahasa Ibu (B1) dalam Pemerolehan Bahasa

1 Komentar Add your own

  • 1. Usep Supriatna  |  1 Februari 2009 pukul 23:03

    Andaikata manusia mengetahui asal kehadirannya, mengetahui tugas dan tanggung jawabnya di dunia ini dan mengetahui tujuan akhir hidupnya kelak, maka ia juga akan mengetahui apa yang harus diperbuatnya dalam hidup ini.
    Terima kasih Mas Tarmizi atas pencerahannya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="https://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,456,161 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Twitter


%d blogger menyukai ini: