KEBIJAKAN PUBLIK “PRO POOR” ALEX NOERDIN

30 Januari 2009 at 13:21 1 komentar


Dalam beberapa kali kesempatan, Alex Noerdin (kini menjabat Gubernur Sumatera Selatan) mengemukakan bahwa program yang diusung sejak kampanye berbasis pada rakyat. Utamanya rakyat miskin atau disebut pula dengan istilah “Pro Poor”.

Pro poor merupakan bagian dari kebijakan publik dari pemerintah (Gubernur Sumsel) yang diterjemahkan ke dalam program berobat gratis, sekolah gratis, rumah sehat untuk warga miskin dan guru. Ia mengajak semua Bupati dan Walikotanya untuk berpihak ke rakyat dalam menjalankan program kerjanya. Apabila Bupati/Walikota yang tidak mau mendukung programnya ini, ia akan diancam untuk didemo rakyatnya sendiri agar tidak terpilih lagi atau diturunkan saja meski jabatannya belum lima tahun

Apakah pro poor itu? Banyak teori pendekatannya yang menyatakan bahwa kebijakan publik pro poor di negara modern adalah kebijakan sosial. Sejarah menunjukan semakin maju dan demokratis suatu negara, semakin tinggi perhatian negara tersebut terhadap pentingnya kebijakan sosial itu. Sebaliknya, negara-negara terbelakang dan otoriter cenderung lebih memperhatikan kebijakan ekonomi militer, ketimbang daripada peningkatan pelayanan social sosial budaya di bidang pendidikan, kesehatan dan jaminan social sosial bagi kelompok marginal.

Mengapa negara perlu berperan aktif dalam kebijakan sosial? Negara adalah institusi paling absah yang memiliki kewenangan menarik pajak dari rakyat. Oleh karena itu, negara berkewajiban menyediakan pelayanan sosial dasar bagi warganya. Dalam masyarakat yang beradab, negara tidak boleh membiarkan satu orang pun yang berada dalam posisi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Mandat negara untuk melaksanakan pelayanan sosial lebih kuat daripada masyarakat atau dunia usaha. Berdasarkan konvensi internasional, mandat negara dalam pelayanan sosial bersifat “wajib”. Sementara itu, mandat masyarakat dan dunia usaha dalam pelayanan sosial bersifat “tanggung jawab”. Sebagai contoh, memberikan pendidikan dasar adalah tanggung jawab orangtua orang tua. Oleh karena sesuatu sebab, seperti kemiskinan, membuat orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya, maka tanggung jawab orang tua tersebut itu gugur dengan sendirinya dan tidak dapat dikenakan sanksi. Negaralah yang kemudian harus memikul kewajiban untuk memberikan pendidikan dasar bagi warganya yang tidak mampu.

Untuk memperkuat kebijakan publik pro poor sedikitnya ada dua agenda strategis yang perlu dilakukan. Pertama, mempertegas visi dan komitmen para policy makers terhadap pentingnya kebijakan sosial sesuai dengan khitahnya yang berpijak pada ideologi negara kesejahteraan. Kedua, membangun kesadaran dan partisipasi publik, khususnya organisasi masyarakat madani dan kelompok miskin untuk memperjuangkan hak-hak sosial warga Negara.

Temuan The Asia Foundation memperlihatkan bahwa keterlibatan komisi-komisi ekstranegara, seperti LSM dan lembaga-lembaga sosial, mampu memberi desakan kepada pemerintah untuk meningkatkan komitmen dan keberpihakan bagi kaum miskin.

Rakyat Sumsel meletakkan kepercayaan besar pada Alex Noerdin agar program pro poor ini semuanya dapat terwujud. Namun, tentu Alex tidak bisa bekerja sendirian sebab upaya menanggulangi kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh, mendasar, mendalam, transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Gubernur harus bekerja sama lintas sektoral–para pihak, lintas kabupaten/kota. Oleh karena itu, falsafah sapu lidi masih sangat relevan dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dengan kemauan politik dan aksi politik dan aksi bersama multi-skateholders stakeholders maka harapan kita untuk mewujudkan tata kepemerintahan yang berpihak pada masyarakat miskin menjadi kenyataan. Amiiin……….

Entry filed under: Pendidikan. Tags: , , , , , , , .

MENGUKUR KEBIASAAN MEMBACA DEFISIENSI MORAL TERHADAP PELANGGARAN NILAI DAN NORMA

1 Komentar Add your own

  • 1. Hartoyo  |  4 Februari 2009 pukul 1:55

    Mudah-mudahan saja kebijakan “Pro Poor” ini tdk hnya slogan Alex.😆

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="https://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,456,161 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter


%d blogger menyukai ini: