KEHARMONISAN KELUARGA DAN KESUKSESAN ANAK

26 Januari 2009 at 6:37 2 komentar


KELUARGA yang hidupnya di kota dengan di desa tentu berbeda bila ditinjau dari kesibukannya. Umumnya ayah, ibu yang hidup di kota besar mempunyai banyak kesibukan dan masing-masing bekerja di luar rumah, hal ini sebagai akibat dari berbagai macam tuntutan dalam keluarga, sehingga orang tua dengan terpaksa mencari nafkah untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Selain itu, perkembangan informasi dan teknologi yang semakin pesat telah membawa perubahan budaya global sedikit banyak berpengaruh di dalam membina kehidupan rumah tangga.

Pengejaran kebutuhan materi dan ekonomi di kota besar sebagai akibat dari segala macam tuntutan, pada saat suami istri dengan kesibukan masing-masing tentunya kurang waktu untuk bertemu hati, bahkan bertemu muka dengan anak, serta usaha mencari nafkah sehari-hari sering memperlihatkan tidak konsistennya pedoman hidup keluarga di tengah masyarakat yang sedang bergejolak dalam transisi mencari tata hidup yang mapan, sekaligus menampilkan aneka gaya dan corak hidup tertentu. Di samping berbagai pengaruh dari peningkatan sains dan teknologi yang menyebabkan wawasan warga masyarakat berubah, yang membawa serta berbagai benturan nilai dan pola pikir maupun pola tindak yang baru sebagai pencerminan dari masyarakat pluralistik kultural.

Berbagai isu yang dikemukakan di atas menimbulkan keterenggangan hubungan antar keluarga, terutama antar suami dan istri yang mau tak mau mempengaruhi terhadap hubungan antara orang tua dan anak. Permasalahan yang dihadapi adalah kurang adanya kemantapan arah (sense of direction) dalam berbagai kehidupan keluarga dalam mewujudkan keharmonisan dalam mencapai kesejahteraan keluarga menuju era tinggal landas. Oleh sebab itu, di dalam mewujudkan keluarga yang harmonis diperlukan adanya keseimbangan.

Keseimbangan di dalam kehidupan keluarga perlu dipupuk dan dijaga. Masing-masing anggota keluarga hendaknya mengetahui tugas, kewajiban, dan tanggung jawabnya. Orang tua (ayah dan ibu) memiliki peranan yang amat penting dalam menciptakan keseimbangan hubungan yang harmonis di dalam keluarga. Dengan tanggung jawabnya, orang tua sangat berperanan di dalam mengantarkan keberhasilan anak di dalam mengejar pendidikan.

Menurut hasil penelitian, seperti yang dikutip oleh Dalyono bahwa seorang anak laki-laki cenderung meniru gaya hidup dan sifat ayahnya, sedangkan anak perempuan meniru sifat-sifat ibunya. Hal ini dapat dimaklumi karena masing-masing anak tentu saja akan meniru orang tuanya yang memiliki kesamaan menurut jenis kelamin dengan mereka.

Beberapa hasil penelitian lain juga diungkapkan bahwa keberhasilan anak dalam mencapai pendidikan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan keluarga. Keluarga adalah tempat pendidikan anak yang sangat strategis bagi anak. Betapa banyak hasil penelitian membuktikan bahwa keluarga yang berhasil mengantarkan pendidikan anaknya adalah keluarga yang dapat menjaga disiplin dan memelihara keharmonisan.

Keharmonisan keluarga bersumber dari kerukunan hidup di dalam keluarga. Ciri-cirinya sesama anggota keluarga terdapat hubungan yang nyata, teratur dan baik, terutama sekali hubungan antara anak—orang tua. Jadi, keharmonisan keluarga merupakan sarana pembentuk karakter dan kepribadian anak. Oleh sebab itu keluarga yang memiliki latar belakang yang baik akan mampu membimbing dan mengarahkan anaknya kearah yang mereka cita-citakan. Demikian pula sebaliknya keluarga yang tidak baik atau tidak harmonis akan sulit untuk membimbing anak mereka menjadi yang terbaik bagi masa depannya.

Entry filed under: psikologi. Tags: , , , , , , , , , , , .

POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGARAHKAN PERILAKU ANAK MENGUKUR KEBIASAAN MEMBACA

2 Komentar Add your own

  • 1. Sudirja  |  26 Januari 2009 pukul 10:57

    Betapa susahnya mengukur keharmonisan keluarga, karena semuanya serba abstrak dan selalu berubah-ubah menurun kurun waktu.
    Salam kenal Bung Tarmizi, teruskan berkarya. ….
    Terima kasih tulisannya membantu saya dalam penelitian….

    =============
    @Sudirja:

    Mungkin pendapat Anda benar juga… Thank’s sudah berkunjung…

    Balas
  • 2. baitul alim  |  26 Februari 2009 pukul 15:36

    Gaya mendidik anak yaitu pola asuh sangat mempengaruhi terbentuknya kepribadian anak, jangan sampai orangtua salah dalam mendidik anak mereka sehingga anak menjadi jiwa yang kerdil.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="https://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,456,161 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter


%d blogger menyukai ini: