Kunci Keberhasilan Menyimak

9 November 2008 at 23:02 9 komentar


oleh: A. Tarmizi Ramadhan

Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa di antara empat keterampilan bahasa lain seperti menulis, membaca, dan berbicara. Kegiatan menyimak berperan penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa seseorang terutama para siswa. Namun, pembelajaran menyimak bukan semata-mata penyajian materi dengan mendengarkan segala sesuatu informasi, melainkan ada proses pemahaman yang harus dikembangkan.

Proses menyimak memerlukan perhatian serius dari siswa. Ia berbeda dengan mendengar atau mendengarkan. Menurut pendapat Tarigan (1994:27), “Pada kegiatan mendengar mungkin si pendengar tidak memahami apa yang didengar. Pada kegiatan mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan, tetapi belum diikuti unsur pemahaman karena itu belum menjadi tujuan.” Kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan, dan disertai usaha untuk memahami bahan simakan. Oleh karena itu dalam kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, perhatian dan pemahaman, yang merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Penilaiannya pun selalu terdapat dalam peristiwa menyimak, bahkan melebihi unsur perhatian.

Menurut pendapat Rost (1991:108) bahwa faktor-faktor yang penting dalam keterampilan menyimak dalam kelas adalah siswa menuliskan butir-butir penting bahan simakan terutama yang berhubungan dengan bahan simakan.

Pendapat lain menurut Tarigan (1994:62), komponen/faktor-fantor penting dalam menyimak adalah sebagai berikut.

1. Membedakan antar bunyi fonemis.

2. Mengingat kembali kata-kata.

3. Mengidentifikasi tata bahasa dari sekelompok kata.

4. Mengidentifikasi bagian-bagian pragmatik, eskpresi, dan seperangkat penggunaan yang berfungsi sebagai unit sementara mencari arti/makna.

5. Menghubungkan tanda-tanda linguistik ke tanda-tanda para linguistik (intonasi) dan ke nonlinguistik (situasi yang sesuai dengan objek supaya terbangun makna, menggunakan pengetahuan awal (yang kita tahu tentang isi dan bentuk dan konteks yang telah siap dikatakan untuk memperkirakan dan kemudian menjelaskan makna.

6. Mengulang kata-kata penting dan ide-ide penting.

Selanjutya, menurut pendapat Michael (1991:108) faktor-faktor yang penting dalam keterampilan menyimak dalam kelas adalah siswa menuliskan butir-butir penting bahan simakan terutama yang berhubungan dengan bahan simakan. Untuk dapat mengajarkan menyimak sampai pada pemahaman, guru perlu menyusun bahan simakan. Penyusunan materi menyimak pun tidak asal mendapatkan materi saja, tetapi ada beberapa yang harus diperhatikan guru dalam penyusunan materi ini di antaranya: (1) sasaran kegiatan, (2) sasaran kompetensi siswa, (3) metode pembelajaran, dan (4) faktor keberhasilan menyimak (Budiman, 2008:2).

Sasaran kegiatan harus ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan tujuan pembelajaran menyimak, misalnya menyimak informasi yang bertujuan untuk mendapatkan fakta atau opini. Sasaran berikutnya yaitu berhubungan dengan kompetensi siswa, hal ini berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki siswa di akhir pembelajran. Misalnya: kemampuan siswa menyeleksi informasi yang mengandung fakta, mengidentifikasi ketidaksesuaian pernyataan seseorang dengan fenomena yang ada. Selain itu, menyimak dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk selektif atas informasi.

Keberhasilan menyimak dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan. Lingkungan yang mempengaruhi tersebut memberikan kenyataan bahwa siswa dapat menyimak bahan dengan baik atau tidak. Harus dihindari faktor lingkungan yang akan berpengaruh buruk bagi keberhasilan pengembangan kompetensi menyimak. Faktor tersebut misalnya minimnya fasilitas (tidak ada laboratorium), suasana menyimak tidak nyaman (ruangan telalu lebar, kelas di sebelah kita terlalu berisik). Oleh karena itu, peran guru dalam menentukan keberhasilan menyimak sangat penting. Keempat hal di atas perlu diperhatikan oleh guru. Materi yang disusun pun sebaiknya memperhatikan tingkat perkembangan siswa. Tema materi yang dipergunakan sebaiknya bervariatif. Dengan demikian, siswa kita tidak akan jenuh belajar dan pembelajaran menyimak menjadi menyenangkan.

Penyimak yang baik apabila individu mampu menggunakan waktu ekstra untuk mengaktifkan pikiran pada saat menyimak. Ketika para siswa menyimak, perhatiannya tertuju pada objek bahan simakan. Pada saat itulah akan didapatkan proses menyimak yang efektif, menyimak yang lemah, dan menyimak yang kuat, sebagaimana dikemukakan oleh Campbell, dkk (2006:16) pada tabel berikut ini.

Tabel : Menyimak yang Efektif

Menyimak yang Efektif

Menyimak yang Lemah

Menyimak yang Kuat

1.

Temukan beberapa area minat

Menghilangkan pelajaran yang “kering”

Menggunakan peluang dengan bertanya “Apa isinya untuk saya?”

2.

Nilailah isinya, bukan penyampaiannya

Menghilangkannya jika penyampaiannya jelek

Menilai isi, melewati kesalahan-kesalahan penyampaian

3.

Tahanlah semangat Anda

Cenderung berargumen

Menyembunyikan penilaian sampai paham

4.

Dengarkan ide-ide

Menyimak kenyataan

Menyimak tema inti

5.

Bersikap fleksibel

Membuat catatan intensif dengan memakai hanya satu sistem

Membuat catatan lebih banyak. Memakai 4-5 sistem berbeda tergantung pembicara

6.

Bekerjalah saat menyimak

Pura-pura menyimak

Bekerja keras, menunjukkan keadaan tubuh yang aktif

7.

Menahan gangguan

Mudah tergoda

Berjuang/menghindari gangguan, toleransi pada kegiatan-kegiatan jelek, tahu cara berkonsentrasi

8.

Latihlah pikiran anda

Menahan bahan yang sulit, mencari bahan yang sederhana

Menggunakan bahan yang padat untuk melatih pikiran

9.

Bukalah pikiran anda

Setuju dengan informasi jika mendukung ide-ide yang terbentuk sebelumnya

Mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda sebelum membentuk pendapat.

10.

Tulislah dengan huruf besar tentang fakta karena berpikir lebih cepat daripada berbicara

Cenderung melamun bersama dengan pembicara yang lemah

Menantang, mengantisipasi, merangkum, menimbang bukti, mendengar apa yang tersirat.

  • Entry filed under: Bahasa Indonesia. Tags: , , , , , , , , , , .

    Perbuatan dan Hasil Belajar Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan

    9 Komentar Add your own

    • 1. hidayat  |  11 November 2008 pukul 9:49

      situsnya baru nich. selamat ya….
      perbanyak tulisannya.
      ok. bravo buat Anda

      Balas
    • 2. Tarmizi  |  21 November 2008 pukul 18:51

      Tarmizi Ramadhan’s Blog
      “Learning by Doing”
      Saya dengan senang hati menerima saran dan kritik Anda. Semua tulisan dalam blog ini Insya Allah akan terus di-update.
      Terima kasih atas supportnya.
      Wassalam.

      Balas
    • 3. Vmy  |  4 Januari 2009 pukul 6:28

      Saya seneng sekali dengan adanya blog ini. Banyak tulisan pa’ Tarmizi yang mudah untuk dicerna dan tidak memberatkan bahasanya. Hanya saja kalau boleh, sekiranya dapat ditulis sumber kutipan atau referensi yang mendukung tulisan bpk. Tambah sukses di tahun 2009…

      ===============
      Tarmizi Ramadhan menjawab:
      Saya jadi tersanjung nih….🙂
      Dengan senang hati pula saya menerima saran Anda. Silakan berkunjung kembali….

      Balas
    • 4. maman suryaman  |  15 Januari 2009 pukul 21:55

      lebih sepesipik ya masa dalam
      =============
      @maman suryaman:

      Yang mana …..????

      Balas
    • 5. RIDA  |  20 Januari 2009 pukul 16:08

      tulisan anda cukup bagus.tolong tulisan anda dilengkapi dengan faktor kebahasaan yang lain, misal membaca dll.tq

      =============
      Tarmizi Ramadhan menjawab:
      Terima kasih atas sarannya.

      Balas
    • 6. ririn  |  10 Juli 2009 pukul 14:08

      aku mahasiswa unnes jur pendiddikan bhasa Indonesia.. aku mau tanya kalau menciptakan suasana belajara menyimak yang menyennagkan gimana ya?????? makasih

      Balas
    • 7. Rahaddy  |  14 Oktober 2009 pukul 23:43

      bagus,dengan adanya blog ni saya dapat menambah wawasan tentang menyimak. .bila perlu prbnyak lagi eahh. .

      Balas
    • 8. deni  |  26 Oktober 2009 pukul 16:39

      tolong donk pak d tulis juga hubungan menyimak dengan keterampilan berbahasa lainnya..makasih sebelumnya

      Balas
    • 9. phita stoner  |  30 Agustus 2010 pukul 12:04

      lengkap bgt…… terima kasih atas penjabarannya

      Balas

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


    Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
    <a href="https://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

    Translate Isi Blog

    Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

    Yang sedang online saat ini

    free counters

    Statistik Blog

    Statistik Kunjungan

    • 1,456,161 Pengunjung

    Arsip

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya

    RSS Blogger Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

    FACEBOOK

    Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



    Lintas Berita – Berita Terbaru


    POLLING TERBUKA

    Kompetisi Blog Kebahasaan

    balaibahasabandung.web.id

    Kalender

    November 2008
    S S R K J S M
        Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930

    Twitter


    %d blogger menyukai ini: