Hakikat Teori Kebenaran dalam Bahasa Indonesia

13 Maret 2009 at 21:53 14 komentar


Pendahuluan

Jika kita sekarang mempelajari berbagai hal berkaitan tentang ilmu pengetahuan, maka kita tentu harus ingat pula keberadaan filsafat sebagai induk dari ilmu pengetahuan itu. Hal itu dapat diyakini kebenarannya karena filsafat melahirkan berbagai ilmu pengetahuan yang ada sampai dengan sekarang ini. Sebagai induk dari ilmu maka filsafat berusaha untuk menjawab serta memahami atau mengerti tentang makna kehidupan dan nilai-nilainya.

Pemaknaan nilai-nilai yang ada di dunia ini menggunakan bahasa sebagai alat untuk menyampaikan kebenaran dan nilai-nilai. Gie (1997) menjelaskan linguistik dan dimensi linguistik dari ilmu dapat dinyatakan dengan tinjauan linguistik atau kebahasaan, kemudian orang dapat memandang ilmu sebagai bahasa buatan.

Sebagai bukti kebenaran tentang eksistensi bahasa (linguistik) yang dinyatakan dalam kajian filsafat dikemukakan Suriasumantri (2000) bahwa “Batas bahasaku adalah batas duniaku.” Hal ini dapat dimaknai bahwa tanpa kemampuan berbahasa, manusia tidak akan mungkin mengembangkan kebudayaannya, sebab tanpa bahasa maka hilanglah kemampuan untuk meneruskan nilai-nilai dari generasi satu ke generasi berikutnya. Dinyatakan pula bahwa “tanpa bahasa” simpul Aldous Huxiey maka manusia tidak jauh berbeda dengan anjing atau monyet.”

Sehubungan dengan hakikat teori kebenaran dalam bahasa, penulis berupaya untuk mengimlementasikannya dalam pembelajaran. Adapun beberapa hakikat teori kebenaran dalam bahasa itu penulis tuangkan dalam beberapa bagian yaitu hakikat kebenaran, teori kebenaran koherensi dalam bahasa Indonesia, teori kebenaran korespondensi dalam bahasa Indonesia, dan teori kebenaran pragmatis dalam bahasa Indonesia.

Hakikat Kebenaran

Setiap orang menginginkan suatu kebenaran. Kebenaran menjadi sebuah kebutuhan pokok untuk meyakinkan seseorang ketika diambang sebuahkebingungan dari sebuah konsep yang masih meragukan. Lalu apa sebenarnya sebuah kebenaran itu? Secara jelas Depdikbud (1995) menyatakan bahwa kebenaran merupakan keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya atau sesuatu yang sungguh-sungguh. Dari penjelasan itu dapat dikatakan bahwa kebenaran adalah soal kesesuaian sebagai kenyataan yang sesungguhnya. Benar atau salahnya sesuatu adalah masalah sesuai atau tidaknya tantang apa yang dikatakan dengan kenyataan sebagaimana adanya. Pandangan lain tentang kebenaran dinyatakan oleh Mudyahardjo (2002:49) bahwa kebenaran terletak pada kesesuaian antara sujek dan objek, yaitu apa yang diketahui subjek dan realita sebagaimana adanya. Misalnya, setiap orang mengatakan bahwa “matahari merupakan sumber energi” adalah suatu pernyataan yang benar, karena pernyataan itu dapat didukung oleh kesesuaian terhadap kenyataan.

Teori Kebenaran Koherensi dalam Bahasa Indonesia

Bila uraian kebenaran telah banyak diungkapkan pada bagian sebelumnya, maka koherensi atau tepatnya teori koherensi dalam bahasa menjadi pembahasan yang patut kita pahami. Sebuah koherensi yang diungkapkan dalam sebuah bahasa Indonesia tentu berpijak dari sebuah pernyataan atau ungkapan bahwa suatu yang dinyatakan akan dianggap benar jika pernyataan itu bersifat koheren bahkan konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Hal ini dengan tegas dinyatakan oleh Suriasumantri (2000:59) bahwa teori koherensi adalah terori yang berlandaskan pada logika deduktif yang menyatakan bahwa suatu pernyataan yang dinyatakan benar jika bersifat koheren dan konsisten. Contoh terdapat pernyataan bahwa “setiap manusia akan mati” adalah suatu pernyataan yang benar. Pernyataan yang sering diungkapkan kesimpulan silogisme berikut ini dapat menjadi contoh yang lain, yaitu:

Premis Mayor : Setiap manusia akan mati

Premis Minor : Marjono seorang manusia.

Entimennya : Marjono akan mati karena dia seorang manusia.

Sebagai bagian dari ilmu semantik, medan makna dalam sebuah bahasa Indonesia juga dapat menjadi implementasi dari teori kebenaran koherensi. Secara rinci dapat dinyatakan bahwa kata dapat memiliki acuan yang sama serta memiliki simpulan yang sama. Medan makna dapat digunakan untuk mengetahui identitas suatu kata berdasarkan fitur-fitur yang membentuknya secara menyeluruh, sehingga seseorang yang mencari sebuah istilah dapat menemukan gambaran makna secara semantik dengan sempurna. Contoh: kata mati, mampus, wafat, gugur, tewas, berpulang kerahmatullah memiliki kesimpulan makna yang sama yaitu sudah hilang nyawanya atau tidak hidup lagi.

Teori Kebenaran Korespondensi dalam Bahasa Indonesia

Seiring dengan pernyataan dalam hakikat sebuah kebenaran, teori kebenaran kerespondensi ini lebih menekankan pada pernyataan yang sifatnya koheren dan konsisten. Betrend Rusell (1872-1970) menyatakan bahwa teori kebenaran korespondensi adalah suatu pernyataan yang dianggap benar jika materi pengetahuan yang terkandung di dalamnya menyatakan adanya korespondensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan yang dimaksud. Jika ada pernyataan bahwa ibu kota negara Indonesia adalah Jakarta, maka pernyataan itu benar adanya karena sesuai dengan objek bahwa Jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia.

Mencermati penjelasan itu dapat dikatakan bahwa sebuah kebenaran korespondensi merupakan kebenaran yang sungguh-sungguh merupakan fakta yang tidak dapat dipungkiri kebenarannya karena adanya kesesuaian dengan kenyataan yang diketahuinya.

Sebagai wujud yang nyata dalam implementasi teori kebenaran korenpondensi dalam bahasa Indonesia dapat dicontohkan bahwa setiap kata memiliki dua demensi yaitu bentuk kata itu sendiri serta makna dari kata yang dibentuk. Sebagai contoh kata garam yang memiliki struktur dari rangkaian fonem [g], [a], [r], [a], [m] yang maknanya senyawa kristal NaCL yang merupakan klorida dan sodium, dapat larut dalam air, dan asin rasanya (Debdikbud, 1995). Demikian halnya dengan semua kata pasti mempunyai struktur dan makna yang berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap kata mempunyai korespondensi dengan struktur maupun makna kata.

Teori Kebenaran Pragmatis dalam Bahasa Indonesia

Pencetus teori kebenaran pragmatis dalam bahasa adalah Charles S. Peirce (1839-1914). Pada intinya teori beranggapan bahwa kebenaran atau pernyataan dapat diukur dengan kriteria tertentu. Berdasarkan fungsinya teori pragmatis bersifat relatif, artinya teori itu dianggap benar bila belum ditemukan teori baru. Dalam teori ini pengumpulan fakta yang mendukung teori tertentu diproses dengan pembuktian secara empiris. Teori ini menyatakan bahwa sesuatu dianggap sebagai hal yang benar jika berfungsi secara praktis terhadap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: jika dalam pembelajaran bahasa terdapat teori A kemudian dikembangkan dengan teknik B sebagai peningkatan aplikasi teori kebahasaan A itu maka teori A dianggap sebagai kebenaran karena berguna dalam aplikasi kehidupan berbahasa.

Secara umum teori pragmatis ini sering diaplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Misalnya, guru mendapatkan kesulitan ketika siswa mengalami masalah dalam pengungkapan gagasan dalam belajar menulis. Setelah beberapa metode digunakan ternyata tidak mampu meningkatkan kemampuan menulis dengan baik. Ketika mencermati banyaknya cerita sinetron yang saat ini digemari oleh siswa, maka guru yang bersangkutan menceritakan sebagian cerita sinetron yang sangat digemari siswa untuk kemudian siswa meneruskan cerita yang dipenggal oleh guru. Hasilnya ternyata siswa dapat mengungkapkan gagasannya melalui menulis lanjutan cerita dengan kemampuan bahasanya sendiri. Hal inilah yang kemudian menjadi acuan sempurna yang kini dikembangkan dalam metode pembelajaran contextual teaching and learning (CTL). Karena metode pembelajaran serta teori selalu berkembang, tidak mustahil bila teori ini kemudian akan ditinggalkan oleh guru apabila di kemudian hari muncul teori baru yang lebih efektif dalam pembelajaran menulis.

Penutup

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kebenaran ilmu pengetahuan menjadi dasar ketika kita hendak mendalami suatu ilmu pengetahuan. Kebenaran menjadi pembuktian akan keyakinan seseorang karena merupakan kenyataan yang dapat dibuktikan.

Ketiga teori itu, adalah teori kebenaran koherensi, teori kebenaran korespondensi, dan teori kebenaran pragmatris dalam bahasa Indonesia. Teori ini merupakan terori-teori yang dapat dijadikan acuan dalam memulai memecahkan persoalan khususnya dalam kebahasaan.

Daftar Pustaka

Depdikbud. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Gie, The Liang. 1997. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.

Mudyaharjo, Redja. 2002. Filsafat Ilmu Pendidikan Suatu Pengantar. Bandung: PTRemaja Rosdakarya.

Suriasumantri, Jujun S.. 2000. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

About these ads

Entry filed under: Bahasa Indonesia. Tags: , , , , , , , , , , , .

Penerapan Teknik Cerita Berantai untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa 70% Siswa Keliru Menuliskan Huruf Kapital dalam Karangan

14 Komentar Add your own

  • 1. bunda Muharrik  |  30 Maret 2009 pukul 8:47

    Terimakasih atas artikel yang bermanfaat ini. Salam kenal, Pak!

    Balas
  • 2. bu ari  |  6 September 2009 pukul 10:10

    thanks…….!!!

    Balas
  • 3. RAhman  |  8 September 2009 pukul 21:12

    Bagus sekali artikelnya Pak. Kebetulan saat ini saya ada mata kuliah korespondensi bahasa Indonesia. Kapan-kapan bolehkan konsultasi sama bapak.

    Balas
  • 4. zakaria  |  24 Oktober 2009 pukul 12:56

    bgmn dengn kebenaran trhdp bahsa pak?
    kenapa klo kita berbicara dengan kalimat, kata yang corok. orang trkesan gmn?
    bknnya itu dokrin
    idup adan kanan dan kiri kan pak?

    Balas
  • 5. zakaria  |  24 Oktober 2009 pukul 13:05

    maksi pak?

    Balas
  • 6. rudi  |  27 Oktober 2009 pukul 10:14

    trims pak, atas artikelnya mudah2an da manfaatnya,,,

    Balas
  • 7. Thi_aRa  |  3 Desember 2009 pukul 9:50

    Tq ats ArtikeL….

    Balas
  • 8. adriana  |  22 Desember 2009 pukul 13:15

    gooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooddddddddddddddddddd

    Balas
  • 9. Anatacius Aldona Netareni Karjo  |  28 Desember 2009 pukul 14:59

    salam Kenal Pak, saya Mahasiswi PGRI palembang

    Balas
  • 10. Rendi  |  16 Oktober 2010 pukul 16:52

    Terima kasih pak informasinya…informasi bapak mempermudah saya untuk mengerjakan tugas bhs.indonesia saya pak…

    Balas
  • 11. Mutmainah_aina89  |  7 Februari 2011 pukul 4:32

    Terimakasih saya ucapkan.Artikel bapak mempermudah pemahaman saya tentang teori kebenaran dlm filsafat. Smg bermanfaat.Amin :D

    Balas
  • 12. Bagus Cayo Mastriza  |  20 Oktober 2011 pukul 1:13

    Bookmark ah :D

    Balas
  • 13. anwar  |  27 Mei 2012 pukul 9:26

    sebelumnya minta maaf, Sayaboleh minta nggak “Kalimat yang menggunakan kata seorang, seseorang, suatu, sesuatu, tetapi, akan tetapi yang koheren.
    Terima kasih ya Pak ..

    Balas
  • 14. anwar  |  27 Mei 2012 pukul 9:30

    sebelumnya minta maaf, Sayaboleh minta nggak “Kalimat yang menggunakan kata seorang, seseorang, suatu, sesuatu, tetapi, akan tetapi yang koheren.
    Terima kasih ya Pak

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="http://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,090,615 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: