Peran Komite Sekolah Perlu Ditingkatkan

11 Februari 2009 at 4:22 4 komentar


Hasil investigasi tim KMP2S di lapangan diketahui sebagian besar orang tua peserta didik beranggapan bahwa peran Komite Sekolah tidak ubahnya seperti BP3 yang dulu. Eksistensi Komite Sekolah dipandang hanya sebagai wadah penghimpun dan pengumpul dana dari para orang tua. Kebiasaan masa lalu (masa berlakunya BP3), yaitu para pengurus dan anggota tidak banyak dilibatkan langsung dalam penyusunan program-program sekolah. Masih terjadi praktik penyimpangan bahwa Komite Sekolah kurang berfungsi dengan baik sehingga tugas-tugasnya sedikit di kesampingkan.

Pada awal tahun pelajaran para pengurus hanya disodorkan Anggaran Biaya Sekolah yang telah disusun oleh pihak sekolah. Selanjutnya, pengurus Komite Sekolah menawakan kepada anggota sejumlah Anggaran Biaya Sekolah yang harus dipikul oleh para orang tua dan masyarakat. Jarang terjadi suatu pembicaraan, misalnya pihak orang tua dan masyarakat diajak untuk membicarakan bagaimana cara-cara mengatasi hambatan yang terjadi dalam pembelajaran. Kenyataan inilah telah memunculkan image negatif di masyarakat akan peran Komite Sekolah yang sesungguhnya. Apalagi sekarang ini, setelah sekolah mendapatkan bantuan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), kepala sekolah jarang bahkan tidak pernah melaporkan hasil pengeluaran dana itu kepada anggota komite sekolah.

Pantauan kami terhadap 10 SMP Negeri dan 10 SMA/SMK Negeri di wilayah Sumatera Selatan diketahui bahwa kepala sekolah jarang mengadakan rapat Komite Sekolah pada setiap awal tahun pelajaran. Sementara itu, pungutan-pungutan setiap awal tahun pelajaran (bagi siswa baru) masih tetap terjadi, padahal penetapan jumlah biaya belum ada kesepatan terlebih dahulu dengan para anggota komite sekolah. Dengan dalih ”uang titipan” para orang tua siswa tetap saja diharuskan membayar semua biaya awal pendidikan, mulai dari biaya pembangunan, baju seragam, iuran komputer, ekstrakurikuler, dll.. Besarnya pungutan biaya bervariasi, yaitu: antara Rp 500.000,00 s.d. Rp 3.000.000,00. Tentu saja, hal ini sangat memberatkan para orang tua dan masyarakat yang kurang mampu.

Fungsi Pengawasan Komite Sekolah Lemah

Orang tua dalam Komite Sekolah sekurang-kurangnya berperan sebagai:

  1. Sebagai Badan Pertimbangan (advisory agency)
  2. Sebagai Badan Pendukung (supporting agency)
  3. Sebagai Badan Pengawas (controlling agency)
  4. Sebagai Badan Mediator (mediator agency)

Di antara keempat peran Komite Sekolah itu, fungsi pengawasan belum dapat dilaksanakan secara baik, yaitu terutama pada pengawasan Komite Sekolah terhadap pengeluaran dana. Hasil penelitian Marwah (2006) diperoleh informasi bahwa hanya sebagian kecil anggota Komite Sekolah yang menyetujui akan menanyakan kepada pengurus ke mana saja uang iuran Komite Sekolah dimanfaatkan (17,86% yang menyatakan sangat setuju dan 35,71% yang menyatakan setuju selebihnya berpendapat netral dan tidak setuju). Ini berarti pengontrolan/pengawasan terhadap pengeluaran dana Komite Sekolah belum dilakukan dengan cermat oleh anggota Komite Sekolah. Sebagian anggota komite sekolah menyetujui (42,86%) bahwa pengontrolan terhadap pengeluaran dan pemanfaatan dana perlu ditingkatkan. (TR).

Sumber:

Marwah. 2006. ”Peranan Komite Sekolah dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar Negeri 215 Palembang”. Skripsi mahasiswa S1 Program Studi PPKn, tidak dipublikasikan. Palembang: FKIP-Unsri

Tim Investigasi Kelompok Masyarakat Pemerhati Pendidikan Sumatera Selatan (KMP2S), tahun 2008.

About these ads

Entry filed under: Pendidikan. Tags: , , , , , , , , , , .

Upaya Pencegahan Narkoba Soal Tes Siswa Berprestasi (SD/SMP/SMA) dan Guru Berprestasi

4 Komentar Add your own

  • 1. ademaulana  |  11 Februari 2009 pukul 4:58

    Assalamu_’Alaikum Wr.Wb…

    Syukran ya akhi….

    Salam kenal dari ana…

    Wassalamu_’Alaikum Wr.Wb…

    ______________
    @ademaulana; salam kenal kembali. sukses buat Anda

    Balas
  • 2. masedlolur  |  12 Februari 2009 pukul 22:06

    Jarang terjadi suatu pembicaraan, misalnya pihak orang tua dan masyarakat diajak untuk membicarakan bagaimana cara-cara mengatasi hambatan yang terjadi dalam pembelajaran. Kenyataan inilah telah memunculkan image negatif di masyarakat akan peran Komite Sekolah yang sesungguhnya. Apalagi sekarang ini, setelah sekolah mendapatkan bantuan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), kepala sekolah jarang bahkan tidak pernah melaporkan hasil pengeluaran dana itu kepada anggota komite sekolah.
    =============
    komite sekolah ditingkatkan perannya
    kepala sekolah ditingkatkan pemahamannya
    PP 19/2005 tentang SNP
    Pasal 51 ayat(2); 52 ayat(4); 53 ayat(3); 54 ayat(2)&(4)
    sekedar melengkapi uraian yang bagus di atas!

    Balas
  • 3. Luqman  |  20 November 2009 pukul 14:19

    Asslamualaikum….
    pak terimakasih atas sumbangan pemikiranya semog amal baik bapak mendapat balasan yang baik dari Allah

    Balas
  • 4. RUSDI ARSYAD  |  27 Januari 2010 pukul 12:02

    Umumnya KOMITE SEKOLAH sampai saat ini belum memahami tugas dan tanggungjawabnya terhadap sekolah. 4 fungsi yang harus dijalankan oleh KOMITE SEKOLAH hanya 1 (controolling) yang jalan itupun sekedar kritikan kesalahan kecil yang dibuat oleh guru atau sekolah. yang lainnya nol besar

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="http://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,096,087 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: