POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGARAHKAN PERILAKU ANAK

26 Januari 2009 at 6:30 30 komentar


MASALAH yang selalu dikeluhkan orang tua tentang anak mereka seakan-akan tidak pernah berakhir. Taraf pertumbuhan dan perkembangan telah menjadikan perubahan pada diri anak. Perubahan perilaku tidak akan menjadi masalah bagi orang tua apabila anak tidak menunjukkan tanda penyimpangan. Akan tetapi, apabila anak telah menunjukkan tanda yang mengarah ke hal negatif akan membuat cemas bagi sebagian orang tua.

Menurut Al-Istambuli (2002), “Kecemasan orang tua disebabkan oleh timbulnya perbuatan negatif anak yang dapat merugikan masa depannya.” Kekhawatiran orang tua ini cukup beralasan sebab anak kemungkinan akan berbuat apa saja tanpa berpikir risiko yang akan ditanggungnya. Biasanya penyesalan baru datang setelah anak menanggung segala risiko atas perbuatannya. Keadaan ini tentu akan mengancam masa depannya.

Menurut Prayitno (2004), “… sumber-sumber permasalahan pada diri siswa banyak terletak di luar sekolah.” Hal ini disebabkan oleh anak lebih lama berada di rumah daripada di sekolah. Karena anak lebih lama berada di rumah, orang tualah yang selalu mendidik dan mengasuh anak tersebut.

Dalam mengasuh anak orang tua bukan hanya mampu mengkomunikasikan fakta, gagasan, dan pengetahuan saja, melainkan membantu menumbuhkembangkan kepribadian anak (Riyanto, 2002). Pendapat tersebut merujuk pada teori Humanistik yang menitikberatkan pendidikan bertumpu pada peserta didik. Artinya anak perlu mendapat perhatian dalam membangun sistem pendidikan. Apabila anak telah menunjukkan gejala-gejala yang kurang baik, berarti mereka sudah tidak menunjukkan niat belajar yang sesungguhnya. Kalau gejala ini dibiarkan terus akan menjadi masalah di dalam mencapai keberhasilan belajarnya.

Menurut Clemes (2001) bahwa terjadinya penyimpangan perilaku anak disebabkan kurangnya ketergantungan antara anak dengan orang tua. Hal ini terjadi karena antara anak dan orang tua tidak pernah sama dalam segala hal. Ketergantungan anak kepada orang tua ini dapat terlihat dari keinginan anak untuk memperoleh perlindungan, dukungan, dan asuhan dari orang tua dalam segala aspek kehidupan. Selain itu, anak yang menjadi “masalah” kemungkinan terjadi akibat dari tidak berfungsinya sistem sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan kata lain perilaku anak merupakan reaksi atas perlakuan lingkungan terhadap dirinya.

Penanganan terhadap perilaku anak yang menyimpang merupakan pekerjaan yang memerlukan pengetahuan khusus tentang ilmu jiwa dan pendidikan. Orang tua dapat saja menerapkan berbagai pola asuh yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Apabila pola-pola yang diterapkan orang tua keliru, maka yang akan terjadi bukannya perilaku yang baik, bahkan akan mempertambah buruk perilaku anak.

Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan orang tua. Melalui orang tua, anak beradaptasi dengan lingkungannya dan mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku di lingkungannya. Ini disebabkan oleh orang tua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak.

Bentuk-bentuk pola asuh orang tua sangat erat hubungannya dengan kepribadian anak setelah ia menjadi dewasa. Hal ini dikarenakan ciri-ciri dan unsur-unsur watak seorang individu dewasa sebenarnya sudah diletakkan benih-benihnya ke dalam jiwa seorang individu sejak sangat awal, yaitu pada masa ia masih kanak-kanak. Watak juga ditentukan oleh cara-cara ia waktu kecil diajar makan, diajar kebersihan, disiplin, diajar main dan bergaul dengan anak lain dan sebagainya (Koentjaraningrat, 1997). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sangat dominan dalam membentuk kepribadian anak sejak dari kecil sampai anak menjadi dewasa.

Di dalam mengasuh anak terkandung pula pendidikan, sopan santun, membentuk latihan-latihan tanggung jawab dan sebagainya. Di sini peranan orang tua sangat penting, karena secara langsung ataupun tidak orang tua melalui tindakannya akan membentuk watak anak dan menentukan sikap anak serta tindakannya di kemudian hari.

Masing-masing orang tua tentu saja memiliki pola asuh tersendiri dalam mengarahkan perilaku anak. Hal ini sangat dipengaruh oleh latar belakang pendidikan orang tua, mata pencaharian hidup, keadaan sosial ekonomi, adat istiadat, dan sebagainya. Dengan kata lain, pola asuh orang tua petani tidak sama dengan pedagang. Demikian pula pola asuh orang tua berpendidikan rendah berbeda dengan pola asuh orang tua yang berpendidikan tinggi. Ada yang menerapkan dengan pola yang keras/kejam, kasar, dan tidak berperasaan. Namun, ada pula yang memakai pola lemah lembut, dan kasih sayang. Ada pula yang memakai sistem militer, yang apabila anaknya bersalah akan langsung diberi hukuman dan tindakan tegas (pola otoriter). Bermacam-macam pola asuh yang diterapkan orang tua ini sangat bergantung pada bentuk-bentuk penyimpangan perilaku anak.

Orang tua dapat memilih pola asuh yang tepat dan ideal bagi anaknya. Orang tua yang salah menerapkan pola asuh akan membawa akibat buruk bagi perkembangan jiwa anak. Tentu saja penerapan orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang bijaksana atau menerapkan pola asuh yang setidak-tidaknya tidak membawa kehancuran atau merusak jiwa dan watak seorang anak.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Istanbuli, Mahmud Mahdi. 2002. Mendidik Anak Nakal. Bandung: Pustaka.

Clemes, Harris. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta. Mitra Utama.

Riyanto, Theo. 2002. Pembelajaran Sebagi Proses Bimbingan Pribadi. Jakarta: Gramediaa Widiasarana Indonesia.

About these ads

Entry filed under: psikologi. Tags: , , , , , , , , , .

KIAT SUKSES MENGHADAPI UJIAN NASIONAL KEHARMONISAN KELUARGA DAN KESUKSESAN ANAK

30 Komentar Add your own

  • 1. Suryanto  |  26 Januari 2009 pukul 10:52

    Salam Pak Tar.
    Kamu pantas menjadi guru kreatif. Bisa gak minta rujuan pola asuh orang tua dalam mengarahkan anak yang lebih lengkap. Makasih….

    =============
    @Suryanto:

    Wah, pujian yang berlebihan… (malu aku)..
    Biasa saja Mas Suryanto, aku juga masih dalam taraf belajar menulis.
    Terima kasih telah berkunjung ke mari.

    Balas
  • 2. Een Dwi  |  28 Januari 2009 pukul 9:12

    Terima kasih, Pak…
    Aku sdg membutuhkan kerangka pemikiran mengenai POLA ASUH ORANG TUA dalam mengarahkan perilaku anak. Ternyata ada disini.
    Tulisannya sangat bermanfaat bagi saya….

    Balas
  • 3. tarmizi  |  17 Februari 2009 pukul 14:06

    blogger anda bagu! isinya juga bermanfaat! Eh, kebetulan nama depan kita sama ya?
    _____________

    @tarmizi; eh..eh.. eh… tarmizi ketemu tarmizi, saudara dech kita. Tos dulu… 8)

    Balas
  • 4. novi  |  17 Februari 2009 pukul 17:51

    Sy mencari artikel ttg asuhan anak untuk tgas skul sy teryata sy mendpatkan bahan u/ tgs sy tsb dr dartkel yg anda bwt…
    Trma ksih,
    Artkel na sgt bermanfaat..

    @novi; terima kasih kembali….

    Balas
  • 5. tehthe  |  5 Maret 2009 pukul 16:11

    sekedar sharing saja…. kebetulan saya menemui beberapa orang tua yang sedang bermasalah dengan anaknya. Dan ternyata selidik demi selidik maslah dari anak-anak adalah tidak jauh dari masalah dari para orang tuanya…. entah itu karena orang tua mungkin ada permasalahan dengan pasangannya (antara istri dengan suami) atau mempunyai masalah dengan orang lain atu dll… dan alhamdulillah ketika masalah orang tua sendiri sudah selesai… permasalahan anak perlahan demi perlahan bisa diselesaikan… semoga bermanfaat
    official web http://www.logos.co.id

    Balas
  • 6. sri enarti  |  26 Maret 2009 pukul 9:29

    wahhh kebetulan nie..senang kl bisa sharing coz aku ngambil skripsi tteng pola asuh anak hemofila..pak mohon bim2nganya yah..thx alot

    Balas
  • 7. Rusmin Husain  |  1 April 2009 pukul 16:36

    Kebetulan nih … saya senang sharing, coz saya ngambil Desertasi ttg Pola Asuh Orang Tua Dalam Meningkatkan Emosi Anak …Tulisan Bapak sangat bermakna , Trims

    Balas
  • 8. ULIL  |  26 Mei 2009 pukul 16:29

    Trims artklnya.kbtln sy lg ambl skrpsi ttg hub pola asuh org tua dg prkmbngn anak blita.tlg bntu dong..

    Balas
  • 9. asca  |  9 Juni 2009 pukul 15:35

    maksih artikelnya yaw/…..jd bahan tambahan bwt skripsi aqyu…
    makacihhh

    Balas
  • 10. amey miy  |  12 Juni 2009 pukul 18:00

    kebetulan sekali saya membaca artikel ini cause saya lagi mencari bahan untuk seminar saya tentang pola asuh. kira-kira ada gak yanh pengaruh cara orang tua mengasuh kita terhadap cara kita mengasuh anak kita sendiri. ………di tunggu jawabannya??????terima kasih

    Balas
  • 11. arief masud  |  11 Juli 2009 pukul 18:42

    Jazaakumullahu khairan. Anda banyak membantu saya dan teman-teman. Informasi seperti ini sangat bermanfaat.

    Balas
  • 12. maria ulfah  |  11 September 2009 pukul 10:57

    mba aq m minta bantuan donk, aq cari buku/arikel tentang hubungan pola asuh orang tua terhadap gaya belajar siswa.thanks y…

    Balas
  • 13. Fahmi  |  27 Oktober 2009 pukul 9:12

    Mas, minta penjelasan tentang indikator-indikator pola pendisiplinan orang tua dalam belajar anak

    Balas
  • 14. Devi  |  2 Desember 2009 pukul 10:49

    Mb’ atau mas aq minta’ tolong aq minta’ artikel tentang hubungan pola asuh orang tua dengan kesiapan anak masuk tk,,, atas kesediaannya terimakasih?

    Balas
  • 15. Deddy Apriyandie  |  3 Desember 2009 pukul 11:05

    Ass. Pak Adakah Teori Yang Kuat yang mengetengahkan Pola Asuh dalam Keluarga Terhadap Perilaku Bermasalah Anak? dari Deddy Mahasiswa PT Kalimantan Barat

    Balas
  • 16. uthee  |  17 Desember 2009 pukul 14:44

    , makasiii pakk
    , tulisan anda berguna sekalii
    , :)

    Balas
  • 17. Dallas  |  21 Desember 2009 pukul 19:55

    Saya minta tolong carikan buku tentang pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar siswa

    Balas
  • 18. peter lau  |  23 Desember 2009 pukul 0:06

    iya, semoga kita dapat mengasuh anak dengan pola yang benar dan baik…salam, sukses

    Balas
  • 19. athoillah  |  3 Januari 2010 pukul 10:17

    TRIMAKASIH MAS/PAK SAYA SENANG SKALI DENGAN PENJELASAN MAS/BAPAK

    Balas
  • 20. chi♥조규현  |  23 Februari 2010 pukul 11:22

    makasih ya pak^^

    saia ambil artikrlnya..huhehehe~

    ===============
    @chi♥조규현: Silakan Jeng…!!!

    Balas
  • 21. kumlati wiwik  |  25 Februari 2010 pukul 13:53

    artikelnya keren…

    ===============
    @kumlati wiwik: Terima kasih.

    Balas
  • 22. ermilda  |  23 Maret 2010 pukul 21:59

    tulisannya seperti pizza. renyah untuk di baca, dan nikmat untuk dipahami. insyallah menjadi suatu perubahan para orang tua untuk di aplikasi. berdampak pada hasil tulisannya pada generasi selanjutnya. itulah indah ilmu dalam suatu tulisan.

    Balas
  • 23. peter lau  |  21 April 2010 pukul 0:11

    wah pak, artikelnya bagus dan mengesankan…terus menulis ya..biar bisa membantu orang lain..

    Balas
  • 24. febri  |  8 Mei 2010 pukul 9:19

    permisi pak. saya tlah menysun skripsi yg berhbungan dgn pola asuh org tua. ternyata tidak mudh dlm mndptkan data yg valid.bgmn cara agar mndptkn data yg vlid pak? tp jg dlm wktu yg tidk lama-lama nlitinya.hehe..jwbnnya tlong dkirim lwt saja.sblmnya mksh

    Balas
  • 25. febri  |  8 Mei 2010 pukul 9:20

    lwt e-mail mksdnya..

    Balas
  • 26. puput010190  |  21 Juni 2010 pukul 9:43

    Orang Tua nenang memilki peran yang luar biasa dalam tumbuh kemabang anak-anak mereka, baik itu fisik amupun fsikisnya. orang tua yang seharusnya menjamin kesejahteraan gizi anak-anak mereka dan orang tua juga akan menjadi modelling bagia anak-anak mereka. hal kecil apapun yang orang tua lakukan biasanya anak memperhatikan. jadi….
    buat para oarng tua
    anak anada adalah cerminan diri anda.

    Balas
  • 27. nur faizah andi ningsih  |  18 Januari 2011 pukul 14:58

    …. subhanllah pak,, tulisan dan pemikiran bpak sangt istmwa.. sya sngt salut,, smga tulisan nantinya lebih sru dan ktmbh kreatf.. amin

    Balas
  • 28. bitha  |  15 April 2011 pukul 15:15

    permisi pak…..
    saya mau meneliti tentang pola asuh orang tua, bingung tentang literatur dan bagaimana cara mengumpulkan data-data tentang pola asuhnya. kira-kira gmna cara mengumpulkan data jenis pola asuhnya dan literaturnaya/

    Balas
  • 29. meysha  |  11 Juni 2011 pukul 18:51

    terimakash banyak atas referensinya pak….
    sangat membantu… terimakasih.

    Balas
  • 30. Ahmad Alfanuddin  |  14 Oktober 2011 pukul 12:18

    mohon ijin mengcopy, mudah2an berkah & bermanfaat.
    terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="http://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,102,535 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: