MENGEMBANGKAN SEKOLAH INOVATIF BAGIAN DARI VISI DAN MISI

21 Desember 2008 at 6:54 1 komentar


SEKOLAH INOVATIF yang sukses di mana mendatang tentu memahami bagaimana cara kerja orang-orang di sekitarnya dan bagaimana lingkungan dapat membantu mereka bekerja secara lebih efektif. Ketika para kepala sekolah sampai pada pemahaman ini, mereka dapat memulai mencari praktik-praktik terbaik yang perlu untuk membangun suatu budaya yang benar-benar inovatif yang dapat berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi orang-orang yang berada di lingkungannya.

Para pimpinan organisasi pendidikan (kepala sekolah, wakasek, instruktur, tim pengemban pendidikan) mengetahui kondisi sekolahnya, gugus yang menjadi tanggung jawabnya harus memahami berbagai faktor yang mempengaruhi keterlaksanaan program dalam rangka mencapai tujuan. Pimpinan harus memiliki visi dan inovasi untuk masa depan.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa visi adalah gambaran atau impian terbaik atau idealisme yang ingin dicapai oleh organisasi, baik dari segi individu maupun lembaga di masa mendatang. Pada lembaga pendidikan, visi adalah produk dan layanan bermutu yang dapat dihasilkan. Sedangkan misi adalah pernyataan tentang fungsi organisasi, yang diwujudkan dalam bentuk program-program kerja. Kejelasan misi organisasi akan menunjukkan ciri dan arah kegiatan yang dapat membedakan organisasi antara mutu dengan yang lain.

Proses sekolah inovatif, dalam dimensi kepemimpinan, akan menghasilkan putusan lembaga sebagai putusan partisipatif atau putusan bersama antara kepala sekolah, guru, siswa, orang tua siswa, para ahli, dan orang-orang yang berkepentingan terhadap pendidikan (stakeholders) (Nursisto, 2002:52). Keputusan tentang bagaimana berlangsungnya sekolah inovatif yang didasarkan atas partisipasi diharapkan dapat menumbuhkan ‘rasa memiliki’ bagi semua kelompok yang berkepentingan di sekolah. Pelibatan kelompok kepentingan sekolah dalam proses pengambilan keputusan harus mempertimbangkan keahlian, yurisdiksi, dan relevansinya dengan tujuan pengambilan keputusan.

Penyelenggaraan sekolah inovatif dari dimensi kepemimpinan ini akan terjadi pemotivasian terhadap staf/pegawai/guru. Hal ini bertujuan agar mereka dapat terus bekerja dan bersemangat untuk menghasilkan karya yang berguna dan bermutu bagi sekolahnya. Di era global ini, dituntut keahlian yang terus dikembangkan, seiring dengan inovasi-inovasi yang ditemukan dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, kepala sekolah pun dituntut agar dapat melaksanakan tugas sebagai agent of change sebagai upaya mendifusi inovasi kepada bawahannya.

Visi dan misi sekolah inovatif memiliki nilai dan tujuan yang akan dicapai. Sebuah nilai menyatakan prinsip-prinsip dasar ideologi, aturan, dan aspirasi yang dianut oleh seluruh anggota organisasi (guru/pegawai, kepala sekolah, dan kepala dinas) dalam mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Tujuan menunjukkan target atau arah hendak ke mana organisasi akan dibawa. Tujuan dapat dibedakan menjadi dua: tujuan jangka penjang dan tujuan jangka pendek. Keduanya tercermin dalam sistem perencanaan. Tujuan jangka panjang terkait dengan Rencana Jangka Panjang (long range planing), sedangkan tujuan jangka pendek dicapai melalui Rencana Jangka Pendek (short range planing). Visi dan misi dinyatakan secara kualitatif, sedangkan tujuan dirumuskan secara kuantitatif. Semua itu harus jelas tolok ukurnya. Melaksanakan semua tujuan ini diperlukan strategi pengembangan. Strategi merupakan cara atau taktik untuk mencapai visi, misi, dan tujuan lembaga dengan mempertimbangkan nilai yang berlaku. Strategi terkait dengan tujuan jangka panjang yang akan menentukan keberadaan (eksistensi) dan kelangsungan hidup lembaga.

Pemikiran ke arah penumbuhan visi dan pemahaman terhadap misi lembaga merupakan tindakan intuitif bagi pimpinan dan seluruh personal dalam organisasi. Tindakan intuitif hanya dapat dilakukan dengan pikiran yang jernih, kemampuan menemukan jati diri, dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi. Munculnya ide-ide kreatif, inovatif, serta analisis kritis terhadap fenomena baru yang terjadi baik internal maupun eksternal, merupakan salah satu pertanda tumbuhnya visi dan misi dalam diri seseorang. Selanjutnya, visi dan misi akan berkembang apabila didukung oleh kemampuan untuk merenung, mengedepankan, dan mensintesakan berbagai fenomena yang mereka lihat dan rasakan terjadi di sekolahnya.

Komariah dan Cepi Triatna (2005:78) menyebutkan bahwa bertumbuh dan berkembangnya sekolah inovatif sangat dipengaruhi oleh tipe pemimpin. Ada tiga tipe pimpinan, yaitu:

  1. Do it my way Type. Pimpinan tipe ini berasumsi bahwa inovasi lembaga terletak pada pemimpin, sedangkan para pembantunya hanya sebagai alat untuk mendukung ide-ide dan kebijakan yang diambil berdasarkan pengalaman masa lampau. Pimpinan tipe ini kurang percaya kepada kemampuan subordinatnya, sehingga akan mendapatkan hambatan dan kesulitan dalam mengadakan inovasi dan reformasi. Dalam organisasi sekolah, tipe pimpinan ini sulit untuk menumbuhkan visi dan di antara para guru dan sulit menyamakan persepsi tantang misi sekolah.
  2. Get People Involved Type. Tipe manajer ini berasumsi bahwa inovasi dan perubahan terjadi karena partisipasi dan kemampuan subordinat. Keberhasilan lembaga pendidikan dicapai karena upaya bersama antara pimpinan dan bawahan. Pimpinan tipe ini responsif dan akomodatif terhadap aspirasi dan kreativitas guru. Oleh karena itu, kemampuan untuk menggerakkan, meningkatkan kemampuan dan kreativitas bawahannya (wakasek, guru, tenaga adminsitrasi, dan siswa) merupakan kunci keberhasilan lembaganya. Penanaman, pemahaman, dan sosialisasi mengenai wawasan visi, misi, dan strategi organisasi kepada seluruh guru perlu dilakukan.
  3. Conscious Revolution Type. Pimpinan tipe ini berasumsi bahwa inovasi dan perubahan tidak hanya tergantung dari dirinya, dengan pengontrolan ketat, namun sangat ditentukan oleh interaksi dan kesadaran bersama antara pimpinan dan subordinatnya. Inovasi dan perubahan memerlukan revolusi secara serentak kompetisi ketat di dalam dan antarkelompok, dengan melalui reformasi. Kelemahan tipe pemimpin ini jika visi dan misi organisasi belum melekat dalam diri para pimpinan dan pengelola, maka akan terjadi perpecahan dan konflik yang menuju disintegrasi. Oleh sebab itu, pendekatan tipe revolusi ini memerlukan kesadaran tinggi dan bersifat komprehensif, dan tingkat kemampuan yang tinggi.

Selanjutnya, pertumbuhan dan pengembangan visi dan misi sekolah inovatif dapat ditempuh melalui 4 strategi, yaitu: merenungkan gagasan, mengatur tata nilai, mengidentifikasi, shared problem, dan mengubah kondisi. Keempat strategi digambarkan pada matriks arah vertikal menunjukkan fokus dan horizontal menunjukkan pendekatan.

  1. Merenungkan Gagasan. Pimpinan berupaya menumbuhkan ide dan merenungkan masa depan yang inovatif dengan jalan menumbuhkan dan membangun visi, membangun konsep manajemen kepada seluruh personal.
  2. Mengatur Tata Nilai. Mengatur tata nilai ini melalui tujuan di antara personal dari berbagai tingkatan, menciptakan personal melalui pendidikan dan pelatihan. Strategi ini juga disebut pendekatan psikologis.
  3. Shared Problem. Shared problem atau klarifikasi nilai ini dapat dilakukan melalui diagnosis tempat kerja, diskusi dan umpan balik atau disebut pula pendekatan budaya.
  4. Merubah Kondisi. Merubah kondisi kerja dapat dilakukan melalui reformasi struktur, mengurangi personal, dan merubah sistem manajemen. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan administratif.

Daftar Pustaka

Komariah, Aan dan Cepi Triatna. 2005. Visionary Leadership menuju Sekolah Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Nursisto. 2002. Peningkatan Prestasi Sekolah Menengah. Jakarta: Insan Cendekia.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

About these ads

Entry filed under: Pendidikan. Tags: , , , , , , , .

Nuansa PAIKEM dalam Pembelajaran Matematika KOMPUTER BISA MEMBACA MIMPI

1 Komentar Add your own

  • 1. Teguh Sunarjono  |  23 Desember 2008 pukul 20:36

    good

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="http://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,090,423 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: