Penerapan Model Pembelajaran Tematik pada Mata Pelajaran Matematika Terpadu

3 Desember 2008 at 13:07 47 komentar


Penerapan model pembelajaran tematik pada mata pelajaran Matematika Terpadu merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Matematika. Sebelum melihat hasilnya secara lengkap, sebaiknya Anda baca materi tulisan ini Pemetaan Pembelajaran Tematik dan Model Pembelajaran Tematik, Kelebihan dan Kelemahannya.

A. Pendahuluan

Peserta didik kelas I, II, dan III merupakan subjek yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Usia mereka berada pada rentangan usia enam sampai dengan sembilan tahun. Pada fase usia ini hampir seluruh aspek perkembangan kecerdasan, misalnya IQ, EQ, dan SQ sedang bertumbuh dan berkembang. Biasanya tingkat perkembangan pada anak tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh (holistik) dan hanya mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Begitu pula dalam proses pembelajaran, umumnya mereka masih bergantung pada objek-objek yang bersifat konkret dan pengalaman yang dialaminya secara langsung (secara empiris).

Dari gambaran pelaksanaan kegiatan di atas, akan muncul suatu permasalahan pada diri siswa apabila tingkat pemahaman siswa terhadap suatu konsep tidak terjadi secara utuh. Materi pelajaran yang disampaikan guru kurang tepat sasaran sehingga tema-tema dalam pembelajaran menjadi terpecah-pecah. Anak belum mampu memilah secara tegas pengetahuan matematika, bahasa, sosial, dan lain-lain. Semua pengetahuan tersebut masih dipahami secara utuh atau global. Ketika mata pelajaran itu disajikan secara terpisah-pisah, anak mengalami kesulitan. Artinya, anak belum mampu berpikir tentang sesuatu konsep tanpa melihat benda konkret. Misalnya, anak akan kesulitan memahami konsep tentang “kuda” tanpa ada benda “kuda” atau “gambar kuda”. Karena itu, kontekstualisasi antara taraf berpikir anak dengan kehidupan anak sehari-hari menjadi sangat penting.

Kesulitan peserta didik dalam memahami pelajaran akan kian bertambah jika tema yang diberikan kurang dipahami dengan baik. Secara perlahan mereka akan frustrasi hingga akhirnya ia akan tinggal kelas. Ini disebabkan peserta didik kurang mampu mengikuti proses pembelajaran. Data awal mengansumsikan bahwa angka mengulang dan putus sekolah pada siswa kelas I lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang lain (II, III, IV, V, dan VI).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Depdiknas (2006:1) bahwa angka mengulang dan putus sekolah siswa kelas I sampai dengan kelas III pada tahun 1999/2000 memiliki perbandingan yang cukup signifikan. Angka mengulang untuk siswa kelas I adalah 11,6%, siswa kelas II adalah 7,51%, kelas III adalah 6,13%, siswa kelas IV adalah 4,64%, siswa kelas V adalah 3,1%, dan siswa kelas VI adalah 0,37%. Jika dibandingkan dengan angka putus sekolah siswa kelas I jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa kelas II. Pada siswa kelas I angka putus sekolah diketahui 4,22%, siswa kelas II adalah 0,83%, siswa kelas III adalah 2,27%, siswa kelas IV adalah 2,71%, siswa kelas V adalah 3,79%, dan siswa kelas VI adalah 1,78%.

Berdasarkan permasalahan tersebut menggambarkan bahwa kesiapan sekolah untuk mengantarkan peserta didik kelas awal (I s.d. III) sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. Selain itu, perbedaan pendekatan, model, dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua Sekolah Dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah.

Dalam rangka mengimplementasikan standar Isi yang termaktub di dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia, maka pembelajaran yang akan diterapkan pada siswa kelas I s.d. III Sekolah Dasar lebih cocok jika dikelola dalam model pembelajaran terpadu. Pelaksanaan model pembelajaran terpadu ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran tematik.

PEMBELAJARAN TEMATIK merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan pada siswa kelas rendah (yaitu: siswa kelas I, II dan III) di Sekolah Dasar. Konsep pembelajaran tematik telah tercantum di dalam KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan). Di dalam KTSP tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran tematik adalah pendekatan yang harus digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu, guru perlu mempelajarinya terlebih dahulu sehingga dapat memperoleh pemahaman baik secara konseptual maupun praktikal (Sukayati, 2004:8).

Menurut Siskandar (2003:45) bagi guru SD kelas rendah (kelas I, II, dan III) yang peserta didiknya masih berperilaku dan berpikir konkret, pembelajaran sebaiknya dirancang secara terpadu dengan menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran. Dengan cara ini maka pembelajaran untuk siswa kelas I, II, dan III menjadi lebih bermakna, lebih utuh dan sangat kontekstual dengan dunia anak-anak.

Dalam kaitan ini penulis akan mencoba menerapkan pembelajaran tematik pada mata pelajaran Matematika Terpadu. Dengan menerapkan pembelajaran tematik pada mata pelajaran Matematika Terpadu diharapkan peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Pembelajaran Matematika Terpadu dapat dikemas dengan tema atau topik. Misalnya tema lingkungan dapat dibahas dari sudut Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS.

Pengamatan penulis di Sekolah Dasar Negeri Muara Baru Kabupaten Ogan Komering Ilir pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, terlihat beberapa atau sebagian besar peserta didik belum mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Selama proses pembelajaran, potensi para siswa kurang diberdayakan sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Beberapa siswa belum belajar sampai pada tingkat pemahaman. Siswa belum mampu mempelajari (baca: menghafal) fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, dan gagasan inovatif lainnya pada tingkat ingatan, peserta didik belum dapat menggunakan dan menerapkannya secara efektif dalam pemecahan masalah sehari-hari yang kontekstual. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas selama ini masih menggunakan proses pembelajaran konvensional, belum mengarah kepada pembelajaran tematik. Tema-tema yang dipelajari siswa masih terpecah-pecah. Untuk itu, pada penelitian ini penulis tertarik untuk meneliti tentang pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dipilih karena proses pembelajaran ini harus diterapkan di kelas rendah. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis memilih judul: Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Dasar Negeri Muara Baru.”

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran tematik kelas awal Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Dasar Negeri Muara Baru Kabupaten OKI. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III SD Negeri Muara Baru Kabupaten OKI tahun pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 32 orang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini direncanakan berlangsung dalam tiga siklus. Pelaksanaan setiap siklus terdiri dari tahapan sebagaimana dikemukakan oleh Supardi (2006:105): Perencanaan; Implementasi Tindakan; Pengamatan/Pemantauan; Analisis Refleksi.

Kriteria keberhasilan tindakan berdasarkan partisipasi aktif belajar yakni peserta didik memperoleh nilai Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) 60 (Kunandar, 2007:407). Jika prestasi belajar peserta didik kurang dari < 60 (dinyatakan kurang berhasil) maka dilakukan refleksi pada akhir siklus untuk menemukan kelemahan dan diperbaiki pada tindakan siklus berikutnya.


B. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Siklus I

Rencana tindakan yang dilakukan pada siklus I adalah sebagai berikut: a) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan tema Lingkungan. Langkah perencanaan di sini meliputi: pemilihan sumber, dan perencanaan evaluasi secara terpadu yang meliputi: Jenis evaluasi yaitu evaluasi otentik. Sasaran evaluasi berupa proses dan hasil belajar peserta didik. Aspek evaluasi yang memuat keseluruhan aspek kepribadian yaitu meliputi kognitif, afektif, dan psikomotor. Teknik evaluasi yang digunakan meliputi tes prestasi belajar (buatan guru/penulis)

Implementasi tindakan berisi 3 tahap pelaksanaan, yaitu: 1) kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan 3) kegiatan penutup/tindak lanjut. Pada kegiatan Pendahuluan, penulis melakukan memotivasi peserta didik, dan menanyakan materi pelajaran minggu lalu. Pada kegiatan inti peneliti mengembangkan kemampuan membaca; membaca materi pelajaran IPA; menjawab pertanyaan sesuai dengan isi yang dibaca. Penulis mengembangkan kemampuan menulis siswa menulis tentang keadaan lingkungan sekolah; menceritakan hasil tulisan. Penulis mengembangkan kemampuan berhitung, yaitu: menjelaskan tentang konsep bilangan; mengerjakan latihan/tugas. Pada kegiatan penutup penulis menyimpulkan hasil pembelajaran; memberikan tes akhir siklus I; menilai hasil tes akhir siklus I.

Pada penelitian ini yang dipantau adalah hasil belajar peserta didik. Hal-hal yang dianalisis yaitu dengan membandingkan nilai rata-rata ulangan harian pada tindakan siklus. Jika nilai akhir siklus lebih besar dari sebelumnya, maka dianggap tindakan telah berhasil. Artinya terjadi peningkatan hasil belajar peserta didiknya. Apabila tidak ada peningkatan atau ada peningkatan tetapi kurang berarti, maka diperlukan refleksi pada tindakan berikutnya terhadap pengamatan terhadap pembelajaran tematik. Proses penilaian tidak hanya satu prosedur tetapi sesuai dengan fungsi atau peranan penilaian yang dilaksanakan yaitu melaksanakan tes awal (pre-test) yang dilaksanakan pada saat sebelum bahan diajarkan gunanya untuk mengetahui sejauh mana bahan-bahan yang diajarkan telah diketahui oleh peserta didik dan setelah pelajaran berakhir maka diadakan tes akhir (post test) (Nasution, 1994:22). Untuk mengetahui distribusi hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah tindakan dapat dilihat pada tabel perbandingan jumlah peserta didik yang memperoleh nilai pre-test dan post test sebelum dan sesudah tindakan.


Siklus II

Peneliti mengumpulkan rata-rata nilai tes sebelum tindakan (TO) dan nilai Siklus I (TI), dan menyempurnakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Peneliti melakukan skenario pembelajaran sebagai berikut yang dimulai dari tahap: 1) Pendahuluan: peneliti memberikan pengarahan singkat tentang kegiatan belajar; waktu yang digunakan 5 menit. 2) Kegiatan Inti: Peserta didik duduk berkelompok secara heterogen terdiri atas peserta didik pandai, peserta didik sedang, dan peserta didik yang kurang pandai setiap kelompok terdiri atas 4 atau 5 orang. Awal pembelajaran peneliti memberikan motivasi kepada peserta didik berupa pertanyaan. Setiap anggota kelompok diberi tugas. Peneliti membimbing peserta didik dalam mengerjakan tugas. Setiap kelompok mempresentasikan hasil tugasnya. Setiap kelompok menarik kesimpulan mengenai materi pelajaran yang telah dibahas. 3) Penutup: peneliti memberikan tugas latihan di akhir kegiatan; Diadakan ulangan harian dengan soal berbentuk uraian, berjumlah 5 soal dengan rentang nilai antara 0-100 yang harus diselesaikan.

Pengamatan/pengamatan dilakukan terhadap aktivitas belajar siswa. Selama dalam proses pembelajaran keaktifan siswa dalam kelompok mulai tampak. Setiap kelompok membuat kesimpulan dari hasil yang dibahas. Hasil kerja siswa dipraktikkan di depan kelas. Pada mulanya para siswa masih ragu-ragu untuk maju ke depan kelas. Setelah peneliti memberikan motivasi, akhinrya wakil kelompok mau juga tampil ke depan kelas untuk menyampaikan pembahasan mereka. Hasil kerja yang disampaikan masing-masing kelompok dikaitkan dengan pengalaman siswa sehari-hari.


Siklus III

Pelaksanaan siklus III merupakan penyempurnaan dari pelaksanaan siklus II. Penyempurnaan siklus III sesuai dari hasil refleksi siklus II yang mengarah pada penyempurnaan perencanaan dan penyempurnaan tindakan/proses pembelajaran.

Penyempurnaan pada siklus III ini meliputi jenis kegiatan, yaitu: Kegiatan pembukaan Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman, menyanyi, melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema). Pada kegiatan inti peneliti mengembangkan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar). Pengembangan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan). Peneliti Melakukan pengamatan sesuai dengan tema, misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi, menggambar hewan hasil pengamatan.

Pada bagian penutup peneliti meminta salah seorang wakil kelompok untuk mendongeng. Para siswa disuruh untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Setelah itu para siswa diajak untuk menyanyi salah satu lagu wajib

Pembelajaran tematik yang diberikan pada peserta didik kelas awal (kelas III) di SD Negeri Muara Baru Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik tersebut diukur dari pencapaian ketuntasan belajar peserta didik sebelum dilakukan tindakan 6,25%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I mencapai 21,88%, siklus II mencapai 56,25%, dan siklus III naik menjadi 87,50%. Kenaikan persentase pencapaian ketuntasan belajar peserta didik (KKM) ini digambarkan pada grafik berikut ini.

hasil-penelitian-penerapan-model-pembelajaran-tematik

Grafik 1: Peningkatan Persentase Ketuntasan Peserta didik

Grafik di atas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Peningkatan terjadi dari sebelum dilakukan tindakan sampai akhir tindakan pada setiap siklus kenaikan pencapaian hasil belajar peserta didik cukup tajam, yakni sebelum dilakukan tindakan hasil belajar peserta didik hanya 6,25% setelah akhir tindakan pada siklus III menjadi 87,50%. Kenaikan tersebut merupakan suatu realita bahwa pembelajaran tematik dapat diberikan pada peserta didik pada kelas awal, khususnya pada peserta didik kelas III.

Hasil temuan lapangan menunjukkan pembelajaran tematik yang diberikan pada peserta didik kelas awal (kelas III), pada siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan, begitu pula pada siklus II. Hal ini disebabkan oleh penulis belum memberikan penekanan secara khusus terhadap pencapaian indikator pembelajaran. Misalnya: tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik belum disertai dengan penjelasan yang lebih rinci. Selain itu, para peserta didik masih banyak belum memahami petunjuk dalam mengerjakan soal.

Namun demikian, pada siklus III penulis melakukan perbaikan dan perubahan. Perbaikan proses pembelajaran yang penulis lakukan pada siklus III ini seperti lebih menekankan secara khusus tugas-tugas yang akan dikerjakan oleh peserta didik, menjelaskan kembali materi pelajaran dengan mengaitkan lingkungan hidup sehari-hari, dan menggunakan beberapa gambar dalam memberikan penjelasan materi pembelajaran. Fokus penekanan pada siklus III ini lebih dititikberatkan pada pemberian contoh-contoh penyelesaian tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik.

C. Simpulan dan Saran

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum awal tindakan (T0) adalah 36,34, siklus I (T1) 49,60, siklus II (T2) 59,06, dan siklus III (T3) 67,28. Peningkatan juga terjadi pencapaian ketuntasan belajar peserta didik sebelum dilakukan tindakan dengan sesudah dilakukan tindakan baik pada siklus I, II, dan III, yakni pada awal sebelum tindakan ketuntasan belajar peserta didik 6,25%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I mencapai 21,88%, siklus II mencapai 56,25%, dan siklus III naik menjadi 87,50%.

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas dapat disarankan sebagai berikut: a. Guru yang akan mengajarkan pembelajaran tematik pada peserta didik kelas awal (di kelas III) sebaiknya disertai dengan penekanan pemberian tugas dan mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Kepala sekolah, diharapkan memberikan fasilitas pendukung dalam memberikan pembelajaran tematik seperti melangkapi pembelajaran dengan alat peraga (media pembelajaran) serta memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekolah. Kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir hendaknya memberikan fasilitas pendukung dalam melaksanakan pembelajaran tematik yaitu dengan melengkapi sumber pustaka atau buku-buku penunjang dalam melaksanakan pembelajaran tematik pada kelas awal.

Sumber:

Disunting dari hasil penelitian:

Suhadji. 2008. Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Dasar Negeri Muara Baru. Skripsi mahasiswa S1 Program Studi Matematika, FKIP Universitas PGRI Palembang.



About these ads

Entry filed under: Pembelajaran, PTK. Tags: , , , , , , , , , , , , , .

Pembelajaran Kooperatif “Make A Match” Model Pembelajaran Tematik, Kelebihan dan Kelemahannya

47 Komentar Add your own

  • 1. Bunga  |  4 Desember 2008 pukul 22:11

    Wah, satu lagi situs dari Bapak Guru
    untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.
    Selamat ya buat Bpk, semoga terus bertambah tulisannya.

    Balas
  • 2. yuma  |  29 Desember 2008 pukul 10:35

    i dont understand what do u write


    Dear: Yuma
    This article part of someone research and its contents intentionally is shortened. I realized if you didn’t understand. I will revise its contents later. Tq.

    Balas
  • 3. chowie lhandoer  |  6 Januari 2009 pukul 21:14

    Tulisan ini pasti ada manfaatnya, tapi sayang jarang sekali guru yang masa kerjanya diatas 24 tahun masih mau mecari materai melalui Blog atu internet sekalipun GIMANA yah

    =============
    Tarmizi Ramadhan menjawab:
    Kita doakan saja mudah-mudahan guru tersebut tergerak hatinya ntuk membuka internet…. Terima atas kunjungan Anda. Ditunggu kunjungan selanjutnya. :lol:

    Balas
  • 4. chowie lhandoer  |  6 Januari 2009 pukul 21:17

    maaf sengaja dipelesetkan maksudnya materi materi tentang pembaharuan pembelajaran, bukan materai, bagaimana dengan Pakem & lesson study Pak.

    Balas
  • 5. APPI  |  14 Januari 2009 pukul 21:46

    GIMANA LANGKAH2 PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN

    Balas
  • 6. mira hadianty  |  20 Januari 2009 pukul 12:46

    PAK,GADUH CONTOH RPP TEMATIK SD SADYA KELAS,HATUR NUHUN

    Balas
  • 7. mira hadianty  |  20 Januari 2009 pukul 12:47

    ABDI NGAWULANG DI SDN BOJONG INDAH BANDUNG PERYOGI CONTOH KANGGO GURU-GURU HATUR NUHUN

    =============
    Tarmizi Ramadhan menjawab:
    Salam, ya, buat rekan-rekan di Bojong Indah Bandung. Semoga sukses.

    Balas
  • 8. TAMI  |  21 Januari 2009 pukul 21:13

    AD GAK PAK Tarmizi Ramadhan TENTANG PENDIDIKAN MAsalah PERKEMBANGAN prasekolah khususnya perkembangan bahasa…biar buat tambah2x pengetahuan…

    =============
    Tarmizi Ramadhan menjawab:
    Tentang pendidikan prasekolah banyak sekali. Cari saja melalui OM GOOGLE, pasti dech keinginan kamu akan tercapai. Thank’s telah berkunjung kemari…

    Balas
  • 9. sriudin  |  30 Januari 2009 pukul 20:54

    Pa, tolong RPP nya ya biar lebih jelas pemahaman masalah ini

    jangan lupa kunjungi blog saya di
    http://www.s1pgsd.blogspot.com

    Balas
  • 10. yuni  |  13 Februari 2009 pukul 11:03

    thx…

    Balas
  • 11. chotimatu  |  17 Februari 2009 pukul 14:00

    Serunya di Jawa, guru-gurunya dah pandai internetan, kami di Kalimantan Barat baru ini kali memegang komputer. Bagi-bagilah informasinya untuk kami.

    ____________
    @chotimatu, wah apa kbr nich Kalbar…? salam hangat semua. Terima kasih telah berkunjung. Dituggu kunjungan Anda selanjutnya. :lol:

    Balas
  • 12. Nikmah  |  22 Februari 2009 pukul 15:05

    RPPnya ya pak saya tunggu…..
    _____________

    @Nikmah, rpp pembelajaran tematik masih dalam bentuk hard copy. Insya Allah akan saya muat…

    Balas
  • 13. Lihouna Aquari Girsang  |  23 Februari 2009 pukul 16:39

    Pak, tlg ksh contoh rpp tematik di sd y..

    Saya tggu balasannya y pak..

    THANK yOU!
    _____________

    @Lihouna Aquari Girsang; contoh rpp tematik msh dalam bentuk hard copy, Insy Allah akan posting… Tks.

    Balas
  • 14. uci wulandari  |  23 Februari 2009 pukul 18:19

    salam kenal, saya Mahasiswa UNIB lagi mau cari judul sekripsi Tematik dengan pendekatan yang sesuai.mohon bantuannya.trimakasih sebelumnya(Bengkulu)
    saya tunggu balasanya

    Balas
  • 15. uci wulandari  |  23 Februari 2009 pukul 18:34

    mf ganggu lg ni..
    bs ga bls nya di almt ffriendster saya aj .. ni alamatny
    Uci.wulandari@yahoo.com
    mksh lg pak…

    ______________

    @uci wulandari; dengan senang hati jika uci mau sharing dengan saya. Mengenai judul, Uci harus survei dulu ke lapangan (ke sekolah yg dituju), bisa wawancara atau observasi lapangan biar uci dapat permasalahan yang akan diangkat, sudah itu baru bisa uci merencanakan judul skripsinya. demikian dulu tanggapan saya. Tks.

    Balas
  • 16. Uci Wulandari  |  24 Februari 2009 pukul 7:16

    mksh pak ats blsnnya..saya sudah mengamati di SD tempat penelitian.permaslahanny pd pembelajaran tematik msh banyk siswa yg nilainya di bawah rata2 ,bahkan sebagian siswa blm memehami pembeljaran tematik.
    pertanyaan saya uapaya apa yg bs di lakukan guru untuk meningkatkan perstasi belajar siswa pada pembelajaran tematik di SD kelas rendah.makasih pak…
    _____________

    @Uci Wulandari; Pembelajaran tematik adalah sebuah pendekatan pembelajaran, dalam penerapannya Anda bisa menggunakan berbagai model, metode, strategi, atau teknik. seperti model pembelajaran kooperatif, metode kelompok. Yang penting cari titik kelemahan proses pembelajaran yang telah dilakukan guru selama ini. Apakah pada metode yang digunakan, strategi atau teknik yang dipakai? Setelah itu baru Anda dapat menerapkan metode, strategi, atau teknik yang cocok untuk siswa dalam memberikan pembelajaran tematik. Demikian tanggapan dari saya. Terima kasih telah berinteraksi di blog ini.

    Balas
  • 17. Uci Wulandari  |  26 Februari 2009 pukul 7:56

    Terimakasih banyak ya pak atas bantuannya. jawaban bapak sangat membantu saya dalam memilih judul yang tepat untuk skripsi saya. kedepannya saran bapak masih saya butuhkan. moga bpk msh berkenan untuk sharing …thanks

    Balas
  • 18. Uci Wulandari  |  26 Februari 2009 pukul 16:03

    maaf pak ganggu lg..saya telah mengamati dan mewawancari guru di SD yang mengajar tematik.kebanyakan letak titik kelemahan para guru mengajarkan tematik masih dengan terpisah-pisa(terkotak-kotak) ,belum nampak keterpaduannya.selanjutnya jg metode yang di gunakan msh metode ceramah kebanyakan.media yang di gunakan jg blm bervariasi..mmenurut bapak dari beberapa kelemahan yang saya jabarkan di atas perbaikan dalam hal apa yang lebih cocok untuk meningkatkan prestasi belajar siswa trsbt..terimakasih.

    Balas
  • 19. Uci Wulandari  |  26 Februari 2009 pukul 16:11

    dengan hormat, pak saya mahasiswa yang sedang melakukan penelitian saya melakukan penelitian dengan pendekatan problem based learning(PBL) mata pel; PKN hasilnya belum mencapai rata-rata.saya rasa pendekatan ini kurang efektif solusinya bagaimana pak?karena pendekatan lain sudah dipakai rekan-rekan saya.menurut bapak pendekatan apa yang cocok?

    Balas
  • 20. Eka Parwati  |  15 Maret 2009 pukul 21:54

    salam kenal pak, sy tertarik sekali dg tulisan bpk.Kebutulan sy sekarang mau nyusun tesis mengenai pembelajaran tematik.Apa bisa sy dikirimkan skripsinya secara lengkap?atau bisa jg tesis mengenai pembelajaran tematik. Sy sangat mebgharapkan bantuan bapak. Sebelumnya sy ucapkan banyak terima kasih

    Balas
  • 21. Eka Parwati  |  15 Maret 2009 pukul 21:59

    ini lamat email sy: ayu_man74@yahoo.com. Sy tunggu ya pak kiriman skripsi atau tesis mengenai pembelajaran tematiknya.

    Balas
  • 22. budistiara  |  17 Maret 2009 pukul 21:36

    salam kenal pak, saya mau nyusun tesis tentang pembelajaran tematik, saya butuh bantuan agar cepat selesai. Sudah 3 tahun saya menerapkan pemebelajaran tematik dikelas 1 dan di kelas III, apa bisa dikirimkan tesis atau skripsinya
    terimakasih

    _____________
    @budistiara. sayang sekali, penelitian tentang pembelajaran tematik masih dalam hard copy. Yang bener tuh, Mas, sampai 3 tahun penelitian belum selesai…. Untuk praktik pembelajaran cukup satu semester saja atau 4 bulan kelar…

    Balas
  • 23. tanto  |  29 Maret 2009 pukul 0:07

    salam kenal pak, mohon trik2 cara pemahaman peta pada anak, supaya anak didik menguasai peta.

    Balas
  • 24. yuli  |  16 April 2009 pukul 11:49

    Bisa minta kirim contoh RPP tematik untuk SD kls 2, karena saya masih bingung pembuatannya.

    Balas
  • 25. yuli  |  16 April 2009 pukul 11:50

    kirim ke e-mail saya YULI_YK98@yahoo.co.id Makasih sebelumnya.

    Balas
  • 26. lusi gusnita  |  15 Mei 2009 pukul 21:26

    pak……saya sdang garap skripsi tntang tematik. klo bisa mohon bantuan bapak tentang refrensi pengertian tematik berbasis kelas dan macam-macam pendekatan lingkungan. sblumnya mksih pak………

    Balas
  • 27. lusi gusnita  |  15 Mei 2009 pukul 21:30

    maaf pak ya kalau uda ada tlong krim ke email saya alamatnya lusigusnita@ymail.com

    Balas
  • 28. RARA  |  24 Mei 2009 pukul 14:29

    pak,tolong kirimkan cara pembuatan RPP tematik dikelas tiga SD.Atas bantuan nya saya ucapkan terimakasih.Wassalam..

    Balas
  • 29. shasa herdiawan  |  25 Mei 2009 pukul 11:31

    ass, maap pak saya adalah mhsswi UPI yang sedang mencari sumber2 / buku buku tentang pendekatan tematik kalo bpk tau pengarang /penulis nya sapa coz untuk referensi dan saya harus nyari buku itu dmna , saya dah cari ke toko2 buku tapi hasil yang saya dapt sedikit. mohon bantuannya. trmksh.

    Balas
  • 30. romi  |  4 Juni 2009 pukul 13:51

    as…siang pak.aq terbantu bgt dgn tulisan bapak.coz skripsi aq membahas tentang pembeljaran tematik.bisa minta contoh skripsinya atau buku panduan tenntang pembljaran tematik g pak?trimaksaih sebelumnya

    Balas
  • 31. Nyoman  |  3 Juli 2009 pukul 11:06

    Maaf psk ada nggak penjelasan yang ditai mengenai model-model pembelajaran interaktif , mak-a match dan tolking stick. kalun ada juga sumber-sumber buku penunjangnya. TERIMA KASIH

    Balas
  • [...] Source : http://tarmizi.wordpress.com [...]

    Balas
  • 33. uci  |  22 Juli 2009 pukul 21:16

    assalamualaikum pak,,
    saya mau tanya pak,, apakah definisi dari pembelajaran tematik berbasis kelas? apakah ada perbedaan dengan tematik yg berbasis lainnya,
    kalau ada batasan nya apa saja pak,?
    terimakasih atas jawabannya ,, di tunggu dengan harap
    wassalam

    Balas
  • 34. atik  |  27 Agustus 2009 pukul 5:00

    Pak, saya mau nanya. Dalam langkah pembuatan “pemetaan SK,KD, dan indikator dalam tema”, apakah dalam bid studi BI ke 4 aspek berbahasa harus selalu disertakan dalam setiap tema. Masalahnya dalam membuat indikator (dalam memetakan indikatornya harus sesuai tema), lha nanti kan banyak sekali. Kalo dalam tiap KD, semua indikator yang sesuai tema harus ditulis semua tempatnya yang tidak memungkinkan dalam kolom. Tapi kalo ditulis dalam silabus (bila ke 4 aspek ditulis lengkap, tidak masalah).
    Sebab saya membaca dalam Model bahan ajar SDLB C1, th 2008 itu 4 aspek dalam BI tidak semua disertakan. tks, semoga kebingungan saya terjawab.

    Balas
  • 35. dena  |  2 Oktober 2009 pukul 10:23

    asssalamu’alaikum..
    pak,saya mau tanya tentang pembelajaran tematik itu termasuk jenis metode,pendekatan.strategi atau jenis model?dan berikan alasannya mengapa disebut dg salah satunya tersebut.
    mhon balasannya.
    wassalam………

    Balas
  • 36. erna  |  5 November 2009 pukul 17:06

    pa kalau boleh aq minta cara kerja atau data yang buat lampiuran pada bab terakhir

    Balas
  • 37. amir hamzah  |  26 Februari 2010 pukul 9:03

    punten pak! abdi tos kumawantun nga-copy paste mugia bapa ngawidian, hatur nuhun mudah-mudahan aya manfaatna amin.

    Balas
  • 38. purwanti  |  9 April 2010 pukul 20:12

    asslkm.bapak nyuwun bantuannya,puri anak belitang kuliah lg cari2 bahan untuk skripsi.mohon masukannya. tulung nggeh pak……………matur nuhun.blz

    Balas
  • 39. dian  |  22 April 2010 pukul 19:37

    bagaimana pembagian prosentase pada mata pelajaran yang ada di kelas 1,2,3 pada jadwal pelajaran tematik sehingga dapat berjumlah Kelas 1= 26 jam; kelas: 2= 27 jam, dan kelas :3=29 ,atau beri informasi buku petunjuknya. terima kasih !

    Balas
  • 40. rido  |  5 Juli 2010 pukul 11:16

    mantapppp

    Balas
  • 41. Paijo  |  26 November 2010 pukul 2:24

    kurang komplit ntu pak. Tunjukin donk dgn tabel bgmna permasalahan ntu muncul, koq ngambil dr dr sumber depdiknas???? yg mo diteliti ntu sekolah njenengan apa depdiknas???? NGAWUR….

    Pra siklusnya mana???? NGACO….

    Balas
  • 42. sinta  |  12 Januari 2011 pukul 10:01

    pak kok g mw di copy paste ya semuanya kenpa ya atur nuhun/////

    Balas
  • 43. Mediasiana  |  9 April 2011 pukul 2:22

    ijin copas pak bwat tugas makalah di kampus, mkasih :)

    Balas
  • 44. reni haryati  |  14 April 2012 pukul 20:58

    pak dalam mdl kooperatif talking stick apa y pak kelebihan dan kekurangan nya?…………………………

    Balas
  • 45. yuliantikirei@yahoo.co.id  |  3 Agustus 2012 pukul 8:56

    met pgi pak,pak saya msi bingung membuat jadwal peljaran tematik to kls 2 dan3 sd.tlong beri contohnya ya.mkasih

    Balas
  • 46. paranita nainggolan friska  |  3 November 2012 pukul 15:26

    @selamat sore pa, maaf mengganggu pa , disini saya ingin menanyakan sumber-sumber referensi tematik yang judul saya merupakan penerapan pendekatan pembelajaran tematik dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi belajaran. kira-kira sumber buku yah apa sj nama ya pa. sdh saya cari tak ketemu ketemu. mohon bantuan ya pa….

    balasan ya saya tunggu yah ke alamat ini saja
    vneezshop@ymail.com

    Balas
  • 47. paranita nainggolan friska  |  3 November 2012 pukul 16:13

    maaf pa kirim saja ke 085774119910 atau di facebook saya di paranita nainggolan friska. makasih pa..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jika Anda berminat menautkan blog ini, copy dan paste kode banner di bawah ini ke blog atau situs Anda.
<a href="http://tarmizi.wordpress.com" target="_blank"><img src="http://cdn-users1.imagechef.com/ic/stored/2/100319/anmfe5cf44cf7742a9b.gif" align="Center">

Translate Isi Blog

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Yang sedang online saat ini

free counters

Statistik Blog

Statistik Kunjungan

  • 1,096,997 Pengunjung

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

RSS Blogger Indonesia

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

FACEBOOK

Profil Facebook Tarmizi Ramadhan



Lintas Berita – Berita Terbaru


POLLING TERBUKA

Kompetisi Blog Kebahasaan

balaibahasabandung.web.id

Kalender

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: