Penerapan Metode Pembelajaran Membaca Permulaan
2 Desember 2008 at 22:21 22 komentar
Bagi siswa kelas rendah (I dan II), penting sekali guru menggunakan metode membaca. Depdiknas (2000:4) menawarkan berbagai metode yang diperuntukkan bagi siswa permulaan, antara lain: metode eja/bunyi, metode kata lembaga, metode global, dan metode SAS.
Metode eja adalah belajar membaca yang dimulai dari mengeja huruf demi huruf. Pendekatan yang dipakai dalam metode eja adalah pendekatan harfiah. Siswa mulai diperkenalkan dengan lambang-lambang huruf. Pembelajaran metode Eja terdiri dari pengenalan huruf atau abjad A sampai dengan Z dan pengenalan bunyi huruf atau fonem. Metode kata lembaga didasarkan atas pendekatan kata, yaitu cara memulai mengajarkan membaca dan menulis permulaan dengan menampilkan kata-kata. Metode global adalah belajar membaca kalimat secara utuh. Adapun pendekatan yang dipakai dalam metode global ini adalah pendekatan kalimat. Selanjutnya, metode SAS didasarkan atas pendekatan cerita.
Metode pembelajaran di atas dapat diterapkan pada siswa kelas rendah (I dan II) di sekolah dasar. Guru dianjurkan memilih salah satu metode yang cocok dan sesuai untuk diterapkan pada siswa. Menurut hemat penulis, guru sebaiknya mempertimbangkan pemilihan metode pembelajaran yang akan digunakan sebagai berikut:
- Dapat menyenangkan siswa
- Tidak menyulitkan siswa untuk menyerapnya
- Bila dilaksanakan, lebih efektif dan efisien
- Tidak memerlukan fasilitas dan sarana yang lebih rumit
Salah satu metode pembelajaran membaca permulaan yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah metode membaca global. Menurut Purwanto (1997:32), “Metode global adalah metode yang melihat segala sesuatu sebagai keseluruhan. Penemu metode ini ialah seorang ahli ilmu jiwa dan ahli pendidikan bangsa Belgia yang bernama Decroly.” Kemudian Depdiknas (2000:6) mendefinisikan bahwa metode global adalah cara belajar membaca kalimat secara utuh. Metode global ini didasarkan pada pendekatan kalimat. Caranya ialah guru mengajarkan membaca dan menulis dengan menampilkan kalimat di bawah gambar. Metode global dapat juga diterapkan dengan kalimat tanpa bantuan gambar. Selanjutnya, siswa menguraikan kalimat menjadi kata, menguraikan kata menjadi suku kata, dan menguraikan suku kata menjadi huruf.
Langkah-langkah penerapan metode global adalah sebagai berikut:
1) Siswa membaca kalimat dengan bantuan gambar. Jika sudah lancar, siswa membaca tanpa bantuan gambar, misalnya:
Ini nani
2) Menguraikan kalimat dengan kata-kata: /ini/ /nani/
3) Menguraikan kata-kata menjadi suku kata: i – ni na – ni
4) Menguraikan suku kata menjadi huruf-huruf, misalnya: i – n – i - n – a – n – i
Kepustakaan:
Depdiknas. 2000. Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasmen.
Purwanto, M. Ngalim dan Djeniah. 1997. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Rosda Jayaputra.
Baca juga tulisan berikut:
Kesulitan siswa membaca permulaan
Penyebab siswa kurang lancar membaca
Model pembelajaran tematik, kelebihan dan kelemahannya
Penerapan Model Pembelajaran Tematik pada Pelajaran Matematika
Entry filed under: Bahasa Indonesia, Pembelajaran. Tags: Artikel, Bahasa, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Indonesia, berita, keterampilan berbahasa, keterampilan membaca, membaca, membaca permulaan, metode pembelajaran, opini, Pembelajaran.
22 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed























1.
pipi | 26 Agustus 2009 pada 21:56
thanks utk tulisan anda karena saya terbantu sekali memahami metode membaca permulaan yg rencananya mau saya angkat dalam skripsi saya di jurusan PGSD Universitas atmajaya Jakarta. thanks
2.
Tri yuniasari | 17 Februari 2010 pada 20:54
Sy mau menulis ttg membaca permulaan melalui permainan bahasa..bs d bhs ga n referensi bukuny utk d tinjauan pustaka..trimk.
3.
dewinurwati | 2 Maret 2010 pada 10:15
tolong tulis lagi tentang penggunaan metode eja..matur nuwun……
4.
agung | 10 April 2010 pada 11:14
terima kasih bwt tulisanya pak……
5.
Deswati | 9 Desember 2010 pada 22:32
Trims tulisannya, pak tar.
6.
ardie | 9 Januari 2011 pada 19:16
makasih infonya mas
7.
Zia Ade | 9 Maret 2011 pada 9:16
papa saya punya theses ttg metode sas yang telah disempurnakan di internet manapun belum ada , belajar membaca dan menulis sangat mudah , mudah , jelas , riil , ada pedoman penggunaan , aku waktu klas 1 sd juga pakai buku papa , aku cepat dapat baca tulis , dapat serap semua pelajaran bahkan, uan matematika n: 10 bulat , tolong dibantu demi anak bangsa, kata papa : metode sas sudah 35 th tidak ada perubahan , bahkan sekarang ini tidak ada metoda yang baku .., sekali lagi penyapaian sas telah disempurnakan 0leh papa , tolong dibantu gimana cara mempublikasikan , aku sekarang masih klas 7 ,smp 1 po , trim
8.
Zia Ade | 9 Maret 2011 pada 10:11
ini adalah contoh akhir dari metode sas
ini bola budi
bola
bo la
b o l a
bo la
bola
ini bola budi
siapapun apabila membaca tulisan ini akan menjadi bingung
harus dibaca bagaimana ? …………………………………………….
sebetulnya sistim penyampaian metode sas tsb. sudah saya teliti th: 1986 . namum belum saya publikasikan .
tolong pak tar dibantu . di internet model saya belum ada .
anak dapat belajar dengan buku, dengan komputer / hp
metode sas adalah sangat caaanggiiiih .no: 082 141 300 336
kasihan guru klas 1 selama 35 th masih bingung sas itu gimana to ? …………ini pak waktunya kita membantu guru klas 1 . trim : achmad ponorogo .
9.
Zia Ade | 9 Maret 2011 pada 10:19
tolong pak tar no …………………………(bel)
10.
Tarmizi Ramadhan | 11 Maret 2011 pada 12:59
Adik Zia Ade…
Kirimkan saja tulisannya melalui email saya: tarmizi_smc@yahoo.com.. nanti kita muat di blog ini.
Terima kasih atas perhatiannya.
11.
Zia Ade | 26 Maret 2011 pada 18:40
triems , pak tar sudah saya persiapkan ,
12.
Zia Ade | 28 Maret 2011 pada 5:12
pak.tar tolong no : telpon , papa ingin silaturohmi dengan
pak tar , rupanya papa serius .
no ku ada di layar sms aja pak .
13.
Zia Ade | 7 April 2011 pada 20:33
Belajar membaca dan menulis dengan metode SAS sangatlah mudah berbekal sekeping cd dan sebuah buku panduan yang cuma berisi 80 halaman. Siapapun dapat melaksanakan.
INOVASI TEHNOLOGI BELAJAR
MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN
DENGAN METODE SAS
Mengapa memilih metode SAS?
Metode SAS merupakan metode yang bertehnologi, bersistem, ilmiah dan terprogram. Anak dapat belajar secara manual dan dapat belajar menggunakan komputer.
Bagaimana cara mengajar yang benar apabila menggunakan metode SAS?
Pertemuan pertama:
Guru memperkenalkan beberapa anak agar maju ke depan kelas, ditanya satu persatu. Kamu namanya? Suatu misal ada:
abi, ruli, zia, budi, wati, rolan, dan ahmad.
ini abi sambil menunjuk anak yang bernama abi dst
ini meja , ini dasi , ini kursi
sambil menunjuk masing-masing bendanya
Guru memperkenalkan nama-nama benda sekitar dan nama-nama hewan:
Untuk benda: meja, kursi, sepeda, rumah, sekolah, sepatu, dasi, dll
Untuk hewan: sapi, kuda, ayam, buaya,dll
Pertemuan ke dua:
Masing-masing anak membawa foto 3R dan nama dada (tanda pengenal)
Foto dilekatkan pada buku siswa masing-masing. Bawah foto ditulisi nama anak. Lihat contoh foto abi dibuku siswa.
14.
Zia Ade | 14 April 2011 pada 13:12
numpang ya pak
metode sas tidakhanya untuk belajar membaca saja tapi metode sas dapat digunakan segala macam bidang studi bahkan di bidang ekonomi ,politik hankam juga kenegaraan , pemerintahan
contoh : negara adalah merupakan suatu sistim , sistim itu sendiri terdiri dari beberapa sub-sub-sub-sub————–sistim salah satu sistim tidak /kurang berfungsi maka negara tersebut akan mengalami berbagai permasalahan . , begitu juga tentang kesulitan menggunakan metode sas , sas itu sendiri merupakan sistim , karena sub sistim dari sarana metode sas belum terpenuhi maka sas sulit dilaksanakan
dan saat ini sarana sas sudah ketemu , maka sas akan mudah dilaksanakan . ……..
15.
Zia Ade | 1 Mei 2011 pada 15:46
pak tar —-
tolong akses http://metodesas.blogspot.com.
gimana pak kalu seperti itu
tolong pak kritiknya .
16.
Zia Ade | 1 Mei 2011 pada 15:51
pak tar…. salam
pak tolong akses http://metodesas.blogspot.com
gimana kalau gitu pak ….tolong kritiknya trim
17.
Tarmizi Ramdhan | 5 Mei 2011 pada 21:59
Saudaraku Zia Ade,
Blognya sudah dikunjungi. Karyanya sangat Inovatif semoga menambah pencerahan bagi guru SD terutama yang mengajar kelas rendah. Teruskan dan sukses selalu
18.
zia ade | 9 Mei 2011 pada 13:19
trim Pak tar ………..salam dari jauh
tapi dekat di hati.
19.
zia ade | 28 Mei 2011 pada 4:52
metode sas masih saangat menarik, ada ratusan/ribuan blog yang membahas tentang metode sas , aku ada keinginan gimana kalau kita undang aja pakarnya yaitu : Bpk: Prof.Dr.AS Broto,Dkk atau yang mewakili ayo kita diskusikan ,agar metode sas bukan sebagai teka-teki silang …………masih banyak tafsir
belajar membaca dengan metode sas adalah sudah benar- tapi mengapa banyak yang mengatakan sulit dilaksanakan,
( mumpung masih belum terlalu lama , nara sumber masih ada,dari pada kita digantung tentang metode pembelajaran)
seharusnya diknas memfasilitasi ……….
20.
helmi | 1 Agustus 2011 pada 21:37
mantap Pak,,,
21.
Ly Emalia'romdhoni | 11 Oktober 2011 pada 10:54
kesulitan belajar pada membaca pada anak kebutuhan khusus…
gm metode pembelajaran’y
22.
jamilah | 4 Februari 2012 pada 15:32
Pak Tar, boleh dak aku pinjam buku-buku bapak yg berhubungan dg MMP, kebetulan aku nulis ttg MMP dg pendekatan LEA (language eaxperience approach)