Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
11 November 2008
oleh A. Tarmizi Ramadhan
Mengawali tulisan ini, saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah.
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih, 2002).
Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget, dalam Wilis:154). Hal senada dikatakan Margaretha S.Y., (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas.
Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.
Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM), sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan.
Siswa boleh saja berpikir secara global, tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Artinya, setiap orang/siswa perlu belajar apa pun, bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Dengan cara kerja seperti itu, kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan, melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain, sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar.
Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih, baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi, maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Mohamad Yunus, penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Dengan mendirikan Grameen Bank, dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Dasar Pemikiran
Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada:
1. Berpusat pada peserta didik
2. Mengembangkan kreativitas peserta didik
3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna
4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)
5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna
6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat
7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan
8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya
9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah
Pengertian PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.
|
Kemampuan Guru |
Kegiatan Belajar Mengajar |
|
Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran |
Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
|
|
Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. |
Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya:
Lingkungan |
|
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan |
Siswa:
|
|
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan |
Melalui:
|
|
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa |
· Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) · Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. · Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. |
|
Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. |
· Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. · Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari |
|
Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus |
· Guru memantau kerja siswa. · Guru memberikan umpan balik. |
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Bafadal, Ibrahim. 2003. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
http://gora.edublogs.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/
http://www.umy.ac.id/berita.php?id=323
Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah, Directorate Pendidikan Menengah Umum. Indonesia, Jakarta.
Entry Filed under: Pendidikan. Tag: Aktif, Artikel, Inovatif, Kreatif, Menyenangkan, PAIKEM, Pembelajaran, Pendidikan, Umum.
39 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed







1.
SOME ONE | 18 November 2008 at 10:27
ok juga nich tulisan. copy ah.
2.
Tarmizi | 6 Desember 2008 at 16:38
Silakan Anda copy paste tulisan ini. Jangan lupa cantumkan sumbernya.
Salam buat Anda, SOME ONE (eh… siapa ya…?)
3.
yoeti | 11 Desember 2008 at 8:14
Salam kenal…….
tulisan Anda menarik buat saya. Saya seorang pendidik di sebuah SMA Swasta di Jakarta…tulisan itu dapat saya gunakan untuk belajar agar saya bisa lebih baik lagi dalam mengajar.klo boleh klo ada contoh – contoh konkret pembelajaran yang aktif, inovatif …… saya dikirimi donk.
terima kasih …. sukses untuk Anda……………….
____________
4.
frandy akbar | 19 Desember 2008 at 15:42
bang gw mo minta informasi ne ? boleh dong ??
gw mahasiswa semester 9 di universitas riau jurusan ips prodi ppkn.
gw udah serimg mgajukan judul skripsi tapi ditolak terus jadi gw minta tolong dong di cariin judul yang bagus buat prodi ppkn mau pembelajaran kooperatif atau umum boleh juga yang penting terbaru dan ada bahan acuannya
dan lagi gw minta tolong saran2 nya ya bang ..
terima kasih banyak karena 4 kali proposal gw di tolaak.. hinkk…..
_____________
5.
miftahulhaq | 20 Desember 2008 at 13:31
Saya baru buka blog anda. Terima kasih ilmunya. semoga bermanfaat. Sukses selalu. Maju terus pendidikan negeri ini.
6.
inovian | 26 Desember 2008 at 20:30
assalamualaikum..
thank buat tulisannya..
saya mahasiswa d2 PGSD guru penjas..
kebetulan saya sedang mengerjakan tugas makalah tentang pembelajaran PAIKEM,
makasih ya..
salam kenal
_____________
7.
abu luqman | 3 Januari 2009 at 11:25
assalammualaikum….makasih banyak tulisannya…kalo bisa mohon penjelasan lebih lengkap mengenai pendekatan lingkungan …
hatur thakyou…
8.
abdul | 9 Januari 2009 at 9:24
terima kasih mas. penjelasan mas makin melengkapi referensi saya tentang PAIKEM.
9.
sofyanto | 13 Januari 2009 at 23:52
Thanks to you and is ok by blog
10.
sri melda mantali | 16 Januari 2009 at 7:43
thank you,atas artikelnya yg telah melengkapi makalah saya.
11.
linawati | 17 Januari 2009 at 16:44
assalam.mas saya boleh tanya satu hal ga’ mengenai bahasa indonesia.saya mendapat tugas dari dosen saya mengenai kaitan belajarsinonim dengan penggunaan ragam bahasa.sementara kami belum pernah mempelajarinya
=============
Alaikum salam….
@linawati:
12.
rista | 2 Februari 2009 at 10:30
asskum..
makasih ilmunya, saya seorang mahasiswa yang mengambil tema skripsi tentang Pakemi.. sepertinya sekarang ini lebih di kenal dengan istilah pAKEMi,, untuk kedepanya pasti saya banyak membutuhkan bantuan anda… trims..
13.
Sarah | 6 Februari 2009 at 11:08
Thanx yah…
14.
iyang | 7 Februari 2009 at 12:34
makasih pak tulisannya…saya copy yaa…
15.
Irene | 7 Februari 2009 at 23:31
Thx bgt pak,kebetulan tugas akhir saya berhubungan dengan Pakem..ta copy gpp kan..^^
16.
nur fitri | 14 Februari 2009 at 13:09
tulisannya bagus, kebetulan saya lagi cari bahan tentang inovasi&kreasi. saya mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar, jurusan Kesehatan Kerja. nih tuk nambah referensi. tabe’ Mariki’ di’….
17.
Mas yantom | 16 Februari 2009 at 11:23
memberi inspirasi
18.
Lisa | 25 Februari 2009 at 18:16
Wah bagus banget topiknya, kebetulan saya punya tugas mengenai Teori Pembelajaran. Saya Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya,S1-Teknologi Pendidikan. Disini saya mau tanya mengenai contoh yang kongkrit mengenai tujuan pembelajaran yang efektif,aktif,kreatif,inovatif dan menyenangkan. Kalau itu kan dari segi pengertiannya saja. dan kesimpilan secara lebih singkat dari semua itu yang bagaimana?
Thanks you
terima kasih
_____________
@Lisa; Terima kasih atas komentarnya, untuk contoh konkret silakan Anda baca nuansa paikem dalam pembelajaran matematika [klik di sini]
19.
Endah | 3 Maret 2009 at 9:39
Trims infonya. Dapat memperkaya wawasan guru.
20.
ma'ruf yuniarno | 11 Maret 2009 at 15:33
alangkah baiknya jika pembelajaran kini semakin meperhatikan kemajemukan individu sehingga masing masing pribadi terlayani. yang terjadi sekarang adanya kekhawatiran guru dengan nilai prestasi belajar sedangkan banyaknya kesibukan guru itu sendiri semakin meniadakan kesempatan fokus pada setiap siswa.
kunjungan terhadap orang tua demi mengenal lebih dekat pribadi siswa jarang sekali dilakukan.
bagaimana jika pada artikel selanjutnya dimuat peran-peran apa sajakah yang harus diberikan orang tua sehingga dpat bekerja sama dengan para guru disekolah?
21.
ma'ruf yuniarno | 11 Maret 2009 at 15:35
oh iya lp mohon jika ada referensi tentang evaluasi program pembelajaran juga di ulas donk…
22.
omank | 23 Maret 2009 at 15:24
tolong krimkan file lengkap tentang paikem ya pak, ini penting sekali untuk tgas kuliah saya.trims
23.
raNu | 1 April 2009 at 20:27
Ass. saya sedang mencari artikl mengenai Kreativitas dalam Pembelajaran,.. sy mohon bantuan. trims. Wass
24.
witono MP | 12 April 2009 at 6:03
Assalamualikum,….sebelumnya perkenalakan dulu nama saya witono sekarang kuliah di UNSAP sumedang Jabar,…Pa mu bertanya apa kelebihan dari pembelajaran PAIKEM ini tolong pak saya minta Jawabannya.
25.
nesywa k. | 2 Mei 2009 at 11:28
assalamualaikum…..tak kenal maka tak sayang, nama saya nesywa kuliah di UNNES semarang, mo tanya penerapan paikem dalam pembelajaran bahasa indonesia khususnya SMP kelas VIII. saya juga minta tolong referensi buku apa saja yang bisa menjadi acuan saya menganai paikem..terimakasih.wassalam
26.
ririn hidayati | 16 Mei 2009 at 21:36
aq sgt bertrmh ksh bgt dgn adanya artikel ini, aq jd bs th n ngerti arti paikem dgn jls.
27.
joe | 26 Mei 2009 at 12:53
Terima kasih atas tulisannya……mohon izin untuk copy yah…..
28.
indra | 1 Juni 2009 at 23:44
saya nyari critical incident pembelajaran
29.
embun | 2 Juni 2009 at 13:54
pak saya mau tanya tentang cara pembelajaran untuk mahasiswa,ada gak tulisan bapak ttg itu
makasih
30.
Sabar | 3 Juni 2009 at 14:46
Tq so much pak tulisannya…
bagus banget isinya dan sangat bermanfaat buat saya…
karna kebetulan saya skrg lg ngajar pembelajaran Sains di jur.PGMI-S1. Saya tunggu tulisan2 selanjutnya pak ya…
skale lage tq…
31.
cici | 20 Juni 2009 at 14:46
makasih infoX, tapi saya mau nanya nih. penemu teori PAIKEM ini sapa sih? yang punya ide awal atas munculnya metode belajar ini? tq
32.
mumun | 30 Juli 2009 at 19:09
askum,mkc infox. tp sy kurang puas, knapa g dikasih contoh media pembelajaran paikem yang kreatif gt. biar tambah lengkap n membangkitkan inspirasi pembcax
33.
sumin sutrisno | 1 Agustus 2009 at 7:56
saya baru buka blog anda dan mambaca artikel dan mudahmudahan bermanfaat.
34.
asri rahmayanti | 1 Oktober 2009 at 13:41
bagus banget sich penjelasannya………..tak kopi y??????
35.
tityasmela | 19 Oktober 2009 at 21:38
keren.keren,keren pemikiran cemerlang anak bangsa Indonesia. trimakasih atas apa yang telah di jelaskan. Saya benar-benar terbantu untuk mengajar dengan baik dengan ilmu yang anda jelaskan.oia salam kenal dari saya sekeluarga.he.he.he
36.
Setiyono Tino | 21 Oktober 2009 at 18:47
bagus pemikiran ini tapi bagaimana kalau diterapkan di bidang seni budaya, mohon dijelaskan dengan contoh misal diterapkan di praktek musik
37.
Setiyono Tino | 21 Oktober 2009 at 18:51
bagus pemikiran ini tapi bagaimana kalau diterapkan di bidang seni budaya, mohon dijelaskan dengan contoh misal diterapkan di praktek musik. sejarahnya gimana paikem itu, makasih.
38.
duanita | 29 Oktober 2009 at 16:27
trimakasih y pak buat tulisannya.
sangat membantu saya.. ^_^
39.
Ramahadin Damanik | 31 Oktober 2009 at 13:53
Saya sangat tertarik dengan tulisan anda..saya punya rencana program di lembaga yang baru kami bentuk yaitu lembaga Edukasi Yogyakarta,..saya dan teman2 mau mengadakan Jogja Learning Training di empat kabupaten dan satu kota Yogyakarta..saya butuh masukan untuk menyusun silabus Workshop PAIKEMI..karena kami akan mengadakannya dan sasarannya adalah Guru Madrasah Ibidaiyah..Thanks